Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-11-2010
  • 497 Kali

Dinas Kominfo Sumenep Gelar Lomba Rocket Air Bagi Siswa

News Room, Senin ( 01/11 ) Sebanyak 45 siswa SMP, MTs, SMA dan MA se Kabupaten Sumenep mengikuti Lomba Rocket Air Hari Jadi ke 741 Kabupaten Sumenep di halaman Kantor Bupati Sumenep, Senin (01/11). Lomba Rocket Air ini atas kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep dengan Ngadek Sodek Parjuga (NSP). Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si saat membuka Lomba Rocket Air mengatakan, pelaksanaan lomba yang berjalan selama 3 kali sampai tahun ini, diharapkan lebih meningkatkan mutunya, semisal penetapan ukuran dan standart yang jelas, baik dari segi model, ukuran, bahan baku, warna dan design. Itu dilakukan, agar segi penilaiannya memuaskan semua pihak, dan dari segi kualitas mampu menjadi teknologi yang bernilai. Bahkan, melalui Lomba Rocket Air itu, bisa meningkatkan kreatifitas baru, sehingga dengan teori rocket air, peserta mampu menciptakan peralatan yang dibutuhkan masyarakat dengan murah dan terjangkau, sehingga bisa menjadi teknologgi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat. ”Saya harapkan, dengan Lomba Rocket Air ini bisa menciptakan perubahan-perubahan yang inovatif dan kreatif, sehingga tidak hanya menjadi tontonan semata, tapi bernilai jual dan bernilai ekonomis, yang pada akhirnya perlu diupayakan untuk mendapatkan hak paten,”tegsanya. Bupati menyatakan, jika memungkinkan dalam Lomba Rocket Air menampilkan kreasi baru, dengan menggunakan bahan selain dari air dan botol plastik bekas, yang mudah terjangkau peserta lomba. Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. Miftahol Karim, MM mengungkapkan, pihaknya sebelum menggelar Lomba Rocket Air telah memberikan pembekalan pada peserta lomba tentang teknis pembuatan roket air. Dan diharapkan dengan lomba ini bisa menggairahkan kemampuan pelajar dibidang science terapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. ”Ini sebagai upaya meningkatan dan mengembangan kreatifitas dan inovasi pelajar, sehingga tidak hanya memahami wacana secara teoritis saja, namun harus diimplementasikan melalui ide, gagasan dalam wacana teoritis tersebut kedalam dunia nyata,”ungkapnya. Ketua NSP, Januar Herwanto, menambahkan, dasar pemikiran lomba tersebut untuk membuktikan hukum Newton ke 3, yang disebutkan, jika aksi sama dengan minus reaksi dan tugas siswa untuk membuktikan terori tersebut. ”Kami menginginkan siswa-siswa di Sumenep akrab dengan teknologi, mulai dari hal-hal sederhana dengan target mengajak siswa untuk membangun Sumenep dengan sains, seni, dan teknologi,"jelasnya. ( Yasik, Esha )