Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-04-2005
  • 733 Kali

DINAS KESEHJATERAAN SOSIAL PROGRAMKAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL

Sumenep-Infokom News Room : Upaya untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat miskin dan pembangunan desa terpencil, akhirnya Dinas Kesejateraan Sosial Kabupaten Sumenep mengagendakan program Komunitas Adat Terpencil (KAT) pada tahun ini. Menurut penjelasan Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep, Drs. H. Kurniadi Wijaya, M.Si, program Komunitas Adat Terpencil itu sebenarnya telah diagendakan pada tahun 2004 lalu, akan tetapi karena program KAT itu harus melalui persetujuan Departemen Sosial, maka program tersebut baru bisa direalisasikan pada tahun ini. Selain itu tegas Kurniadi Wijaya, diarahkannya Komunitas Adat Terpencil bagi Desa terpencil dikepuluan juga sebagai pembuktian kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kepuluan, bahwa Dinas Kesejahteraan Sosial tidak seperti yang mereka tudingkan, dan keberadaan pihaknya tidak memiliki fungsi seperti yang diharapkan. Kurniadi Wijaya menerangkan, dari survey dilapangan, program KAT yang pertama kali diperuntukkan Desa Gelleman Kecamatan Arjasa, dimana desa tersebut akan menerima bantuan dari Departemen Sosial senilai Rp. 1,2 Milyard yang akan diberikan kepada masyarakat miskin. Sedangkan bantuan itu menurut Kurniadi, berupa pemugaran 150 rumah, bantuan sapi bagi kelompok sebanyak 40 ekor, dan bantuan kambing sebanyak 150 ekor untuk masyarakat Lansia. Kurniadi menambahkan, disamping kucuran dana untuk Komunitas Adat Terpencil itu berasal dari APBN melalui Departemen Sosial sebesar Rp. 1,2 milyard, Pemkab Sumenep melalui APBD 2005 yang terbagi dibeberapa Instansi, seperti Dinas PU Cipta Karya, PU Bina Marga, dan Bapedda juga menyediakan dana pendamping sebesar Rp. 1,2 Milyard, sehingga dengan dana senilai Rp. 2,4 Milyard itu juga akan dibuat pembangunan jalan dari Kalianyar ke Desa Gelleman, serta pembangunan pelengsengan. Lebih jauh Kurniadi Wijaya menjelaskan, kalau program yang pertama tidak terjadi hambatan, maka ditahun selanjutnya program KAT itu akan dilaksanakan di Desa Batuputih dan Desa Cangkraman. Oleh karenanya Kurniadi Wijaya berharap, agar masyarakat khususnya perangkat desa untuk meyalurkan bantuan itu tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan. Sebab jika program yang pertama banyak menuai kendala, maka dipastikan ditahun depan program itu akan dibekukan. ( Yasik, Esha, Diek, Im )