Media Center, Senin ( 19/02 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep melakukan upaya Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri dengan sasaran anak usia 1 hingga 19 tahun. Hal itu Untuk mengatasi penyebaran kasus difteri di Sumenep.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. H. Ahmad Fatoni, M.Si kepada Wartawan, Senin (19/02) mengungkapkan, kegiatan ORI Difteri merupakan imunisasi ulang yang dilaksanakan selama 3 periode dalam setahun, yaitu periode pertama di bulan Februari, periode ke 2 bulan Juli, dan periode ke 3 bulan November.
“ORI Difteri selama 3 kali diharapkan dapat memberikan sistem kekebalan tubuh yang maksimal, sehingga bisa bertahan melawan virus difteri hingga dewasa atau usia produktif,“ ungkapnya.
Dikatakan, selain itu bagi pasien yang suspect difteri sudah dilakukan isolasi di rumah sakit dengan pengobatan selama 10 hari. Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep juga terus melakukan sosialisasi di berbagai media massa dan elektronik, agar masyarakat bisa melakukan imunisasi difteri. Hal ini karena toksin atau kuman difteri sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Karena itu, saat ni instansinya sudah menyediakan 287.033 vaksin yang disebar di semua Kecamatan, baik daratan dan kepulauan, sebab berdasarkan data, sejak 2013 penyebaran difteri sudah mencakup semua Kecamatan, bahkan dari 10 kasus pada 2017 lalu, 1 dinyatakan positif dan pada awal tahun 2018 satu orang juga dinyatakan positif difteri.
“Kami sudah siapkan vaksin ORI Difteri dan ini selama 3 kali periode, sehingga dengan 3 kali diharapkan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit berbahaya ini,” pungkasnya. ( Ren, Esha )