News Room, Rabu ( 01/12 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tidak hanya menyalurkan bantuan peralatan kesehatan dari Dana Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2010 khusus untuk Puskesmas di Kecamatan penghasil tanaman tembakau semata. Ditemui disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Kabupaten Sumenep di Kecamatan Ambunten, Rabu (01/12), Kasie Sarana dan Peralatan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Supardi mengatakan, pihaknya memang memanfaatkan DBHCHT 2010 berupa bantuan peralatan kesehatan untuk 30 Puskesmas yang tersebar di 27 Kecamatan, baik daratan dan kepulauan. Bantuan peralatan kesehatan itu diantaranya alat rongent, tempat tidur, alat kesehatan gigi, THT, alat kesehatan anak, dan peralatan farmasi. Dari bantuan peralatan kesehatan itu hanya khusus peralatan kesehatan rongent, tempat tidur dan peralatan gigi, hanya sebagian Puskesmas yang menerima bantuan. ”Untuk peralatan 1 unit rongent, sasarannya untuk Puskesmas Arjasa, tempat tidur 10 buah untuk Puskesmas Arjasa, dan Puskesmas Gayam, Sapaken, Ambunten, Pragaan, Dasuk, Batang-batang, dan Puskesmas Guluk-guluk, serta peralatan gigi sebanyak 4 buah untuk Puskesmaa Kangayan, Legung, Gayam, dan Puskesmas Pamolokan,”tegasnya. Supardi menyatakan, sedangkan bantuan peralatan kesehatan lainnya, yakni alat-lat kedokteran, seperti bedah, THT, anak dan farmasi yang menerima bantuan semua Puskemas. Pihaknya sengaja memberikan bantuan, tidak hanya di Kecamatan penghasil tanaman tembakau, guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana Puskesmas. ”Dengan adanya bantuan peralatan itu akan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan pada warga masyarakat,”ungkapnya. Sementara itu total anggaran DBHCHT 2010 Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep mencapai Rp. 1 milyar lebih. Sedangkan Tim monitoring dan evaluasi DBHCHT Kabupaten Sumenep melakukan kegiatannya di Kecamatan Pasongsongan, Ambunten, dan Kecamatan Dasuk. ( Yasik, Esha )