Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-02-2019
  • 562 Kali

Dinas Kesehatan Lakukan Fogging Di SDN Pajagalan 2

Media Center, Senin ( 04/02 ) Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan ancaman penyakit Demam Berdarah Deague (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep juga melakukan fogging atau pengasapan ke sejumlah wilayah, termasuk ke sekolah-sekolah yang rawan menjadi sarang nyamuk aedes aigypti.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Kusumawati mengungkapkan, kegiatan fogging merupakan langkah terakhir yang dilakukan untuk membasmi nyamuk tersebut.

“Kegiatan fogging ini sebenarnya merupakan langkah terakhir, karena akibatnya juga pada pencemaran lingkungan,” ungkap Kusumawati saat melakukan fogging di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajagalan 2, Kecamatan Kota Sumenep, Senin (04/02/2019) pagi.

Dikatakan, untuk melakukan fogging itu sudah sangat mendesak dan perlu penanganan khusus, karena ada yang sudah dinyatakan positif DBD di wilayah atau tempat yang akan difogging. Namun, tegas isteri Ketua DPRD Sumenep ini, yang paling penting sebenarnya adalah melakukan upaya Pencegahan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 4M plus yakni menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, memantau jentik nyamuk seminggu sekali dan menghindari gigitan nyamuk

“Jadi, masyarakat diharapkan bisa bergotong-royong untuk melakukan pencegahan dengan cara PSN,” tandasnya.

Sementara Kepala SDN Pajagalan 2, Nurut Taufik, S.Pd., MM., menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep yang sudah merespon pengaduan masyarakat dengan melakukan fogging di sekolahnya, sehingga dapat membasmi nyamuk yang ada di sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas respon Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep karena segera melakukan tindakan fogging di sekolah kami,” ungkapnya.

Hanya saja pihaknya berharap, masyarakat tidak kemudian serta merta mengkambinghitamkan sekolah menjadi penyebab siswa kena penyadit DBD, karena bisa jadi siswa justru terkena di rumah atau di lingkungan bermain. ( Ren, Esha )