Dinas Kesehatan Intervensi Gizi Dan Fokus Penanganan Stunting
Media Center, Selasa ( 29/01 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep melakukan intervensi gizi yang sekaligus sebagai fokus penanganan stunting atau kondisi tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah mengatakan, untuk memberikan kesadaran gizi kepada semua masyarakat, selama ini semua Puskesmas sudah melakukan sosialisasi tentang pengetahuan gizi keluarga di desa-desa.
“Penanganan stunting menjadi fokus peningkatan gizi masyarakat pada momentum Hari Gizi Nasional ke-59 tahun ini, melalui intervensi gizi pemberian gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep,” ungkap Ellya, Selasa (29/01/2019).
Diakui, kesadaran gizi masyarakat di Kabupaten Sumenep masih 50 persen, sehingga tahun ini pada momentum Hari Gizi Nasional ke-59, Persatuan Ahli Gizi Nasional (Persagi) DPC Sumenep melakukan bhakti sosial di Desa Tanamerah, Kebundadap Timur, dan Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Senin (28/01/2019) kemarin.
Kegiatan ini menurut Ellya, juga merupakan intervensi Dinas Kesehatan melalui pemantauan gizi selama 90 hari untuk melihat peningkatan pemenuhan gizi seimbang sesuai slogan nasional “Isi Piringku”, yaitu dalam satu piring nasi terdapat komponen gizi seimbang, terdiri dari makanan pokok, sayuran, buah-buahan dan lauk pauk.
Lebih lanjut, mantan Kepala Puskesmas Pandian ini berharap, melalui momentum Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari lalu, setiap anak terpenuhi gizinya dengan seimbang, sehingga tidak ada lagi kasus stunting maupun gizi buruk yang berdampak pada kualitas generasi bangsa di masa depan.
“Selain memberikan pengetahuan gizi keluarga, pada kegiatan bhakti sosial kemarin, juga diisi dengan pengukuran panjang dan tinggi anak, pemberian suplemen zinc, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan menggunakan kearifan lokal yang ada,” tambahnya. ( Ren, Esha )