Sumenep-Kominfo News Room : Tingginya curah hujan di awal musim penghujan tahun ini, membuat Dinas Kesehatan Sumenep melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi masuknya serangan Demam Berdarah Dangue (DBD), agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa.(KLB). Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Syamsu Hadi Wijoyo menerangkan, meskipun hingga saat ini penderita DBD masih belum menunjukkan jumlah yang fantastik, namun pihaknya meminta kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap serangan DBD, mengingat sekarang sudah masuk musim penghujan. Syamsu Hadi Wijiyo menandaskan, untuk mengantisipasi terjadinya KLB terkait penyakit DBD, maka pihaknya sejak dini sudah mengambil langkah preventif, yakni dengan mengajak seluruh petugas Puskesmas melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kemudian persiapan pelaksanaan penyemprotan atau Fogging. Syamsu menjelaskan, sebetulnya KLB itu akan terjadi, jika jumlah penderita DBD melampaui pola maksimum dan minimum, seperti yang terjadi pada tri wulan pertama tahun 2007. Berdasarkan data yang ada, jumlah penderita DBD sejak Januari hingga Oktober 2007 mencapai 727 orang, dengan 5 daerah yang menunjukkan potensi terbanyak penderita DBD, yakni wilayah Kecamatan Kota Sumenep sebanyak 132 penderita, Kalianget 76 penderita, saronggi 69 penderita, batang-batang dan dasuk 62 penderita. Kemudian, penderita DBD yang meninggal akibat penyakit tersebut mencapai 18 orang, untuk Kecamatan Kota, Saronggi, Bluto, Gayam, Giligenting dan Lenteng 1 orang, Kalianget dan Batu Putih 3 orang, kemudian Pasongsongan, Ambunten dan Talango 2 orang. ( Nita, Soek )