News Room, Selasa ( 15/01 ) Akibat pembalakan liar, penyerobotan hutan dan ilegal logging sangat merugikan kondisi alam dan manusianya. Untuk itu perlu dilakukan suatu gerakan untuk meremajakan kembali hutan atau lahan gundul akibat ulah tangan tak bertanggung jawab itu. Kepala UPTD Kehutanan dan Perkebunan Kecamatan Batang-batang, Tumadi, menegaskan hal tersebut kepada reporter News Room, usai acara rapat koordinasi, Selasa pagi (15/01) di Pendopo Kantor Kecamatan Batang-batang. Lebih lanjut Tumadi memaparkan, gerakan rehabilitasi lahan tersebut dipusatkan di 5 Desa di Kecamatan Batang-batang. Diantaranya di Desa Batang-batang Daya dan Nyabakan Timur sebagai Desa pengkayaan, Desa Jenangger dan Legung Barat sebagai Desa pembuatan lahan, dan di Desa Totosan sebagai persiapan sumur resapan. Dalam kegiatan tersebut, masing-masing Desa mendapatkan bantuan bibit Jati sebanyak 6.600 bibit, 1.100 bibit Akasia, 1.100 bibit Mahoni dan 2.200 bibit Mangga. Pelaksana kegiatan seluruhnya dipercayakan kepada Kelompok Tani di masing-masing Desa, dan ditanam di atas lahan seluas 100 hektar, yang terbagi atas 4 lokasi. Tumidi mengatakan, dana untuk program ini dikucurkan langsung dari pusat yang mengacu pada anggaran tahun 2007 lalu. Adapun kucuran dana per 25 hektar sebesar Rp. 15.000.000,00, serta bantuan dana untuk pembelian pupuk sebesar Rp. 7.750,00 untuk setiap pembelian pupuk per-kilogram. Selanjutnya Tumadi berharap, agar masyarakat bisa memelihara dengan baik bibit tersebut, yang pada akhirnya bisa bermanfaat bagi masyarakat dan pemilik lahan. Selain itu, program tersebut harus sukses demi masa depan dan kelangsungan lahan yang ada. ( JuP-18, Esha )