Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-09-2019
  • 704 Kali

Diharapkan Festival Pencak Silat Diikuti Seluruh Perkumpulan Se-Kabupaten Sumenep

Media Center, Sabtu ( 28/09 ) Untuk menyemarakkan festival pencak silat tradisional harus melibatkan semua perkumpulan atau perguruan seni bela diri di Kabupaten Sumenep.

“Saya berharap peserta festival pencak silat tradisional se-Kabupaten Sumenep, tidak hanya berasal dari perkumpulan atau perguruan pencak silat di kecamatan daratan, melainkan juga ada perwakilan dari Kecamatan kepulauan, supaya kegiatannya menyentuh semua pecinta atau atlit pencak silat tradisional,” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, pada Festival Pencak Silat Tradisional ke tiga tahun 2019 di Lapangan Gotong-Royong, Jumat (27/09/2019) malam.

Bupati menyatakan, melibatkan seluruh perkumpulan atau perguruan pencak silat di festival itu, semakin menyemarakkan kegiatannya, sehingga panitia penyelenggara harus mengajak seluruh perkumpulan dan pecinta seni bela diri ikut memeriahkan setiap ada kegiatan.

“Kalau saja pesertanya ada dari kepulauan yang jelas pesertanya lebih dari 37 pasangan, mudah-mudahan tahun mendatang lebih banyak pesertanya,” tandas Bupati.

Bupati mengakui, hingga saat ini, masyarakat di kepualuan tetap menjaga dan melestarikan seni bela diri tradisional itu, buktinya saat kunjungan kerja untuk memeriahkan acara selalu ada penyambutan yang menampilkan pencak silat tradisional.

“Saat melakukan kunjungan kerja di kecamatan kepulauan, ada penyambutan pencak silat tradisional khas masyarakat setempat. Jadi ini membuktikan bahwa masyarakat kepulauan tetap menjaga dan melestarikan pencak silat tradisional,” ujar Bupati dua periode ini.

Yang jelas, Pemerintah Daerah mendukung setiap kegiatan pencak silat tradisional, sebagai upaya melestarikan di tengah perkembangan gaya hidup modern khususnya di kalangan generasi muda.

“Sejatinya pencak silat tradisional bukan sekedar bela diri semata, namun memiliki nilai filosofis yang luar biasa seperti kedisiplinan, konsentrasi dan kerja keras. Bahkan, dengan seni bela diri tradisional itu sebagai upaya mencegah generasi muda terjerumus pada pergaulan negatif sekaligus memfilter budaya luar yang bertentangan dengan budaya lokal,” pungkas Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si.

Pada kegiatan itu Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada tokoh atau sesepuh silat di Kabupaten Sumenep atas jasa dan sumbangsihnya terhadap kemajuan pencak silat di daerah. Sedangkan pelaksanaan kegiatan dimulai tanggal 27 hingga 28 September 2019 di Lapangan Gotong Royong Sumenep.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Drs. Carto MM, mengungkapkan, peserta festival berasal dari utusan perguruan pencak silat anggota IPSI Sumenep usia 14 - 21 tahun dan perkumpulan pencak silat tradisional/pencak kampung 21 – 25 tahun se-Kabupaten Sumenep.

“Setiap peserta berpasangan sebanyak dua orang yang berasal dari masing-masing perguruan silat atau perkumpulan pencak silat, dengan menggunakan sejata atau tangan kosong diiringi musik khas pencak silat tradisional,” jelasnya.

Festival itu diikuti sebanyak 37 peserta, terdiri dari peserta umum sebanyak 17 pasang, junior putra sebanyak 12 pasang dan junior putri 8 pasang.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan uang pembinaan kepada para juara dengan total sebesar Rp15 juta. Untuk pemenang dipilih sebanyak 5 peserta putra dan putri penampilan terbaik dari perguruan silat, dan sebanyak 6 peserta umum terbaik dari perkumpulan pencak silat tradisional,” pungkas Carto. ( Yasik, Fer )