Media Center, Senin ( 07/10 ) Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumenep mendirikan Akademi Kesehatan Sumenep (AKS) dengan Program Studi (Prodi) Diploma 3 (D3) Farmasi.
Keberadaan prodi D3 farmasi itu diharapkan memberikan efek positif untuk masyarakat, khususnya yang menginginkan melanjutkan pendidikan di dunia farmasi, guna meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian.
“Saya berharap dengan adanya prodi baru itu bisa memenuhi kebutuhan tenaga farmasi atau asisten apoteker di wilayah Kabupaten Sumenep, mengingat perkembangan apotek sudah menyasar di kecamatan-kecamatan,” kata Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi, SH, pada Peluncuran AKS Prodi D3 Farmasi di STKIP PGRI Sumenep, Senin (07/10/209).
Ia menyatakan, seluruh elemen PPLP-PT PGRI Sumenep harus mempertajam sosialisasi kepada masyarakat, bahwa di Kabupaten Sumenep sudah ada Prodi D3 Farmasi, harapannya masyarakat tidak perlu keluar daerah untuk melanjutkan pendidikan di dunia kefarmasian.
“Ini tugas kita bersama baik pemerintah daerah, PPLP-PT PGRI serta Dinas Pendidikan Cabang Sumenep untuk menyosialisasikan Prodi D3 Farmasi itu, supaya masyarakat benar-benar memanfaatkannya agar tidak keluar daerah,” ungkap pengusaha muda sukses ini.
Wabup Achmad Fauzi mengungkapkan, yang jelas pemerintah daerah sangat mendukung berdirinya AKS dengan prodi D3 Farmasi, karena kebutuhan tenaga farmasi atau asisten apoteker semakin tinggi di masa mendatang.
Untuk itu, pengelolaan AKS Prodi D3 Farmasi harus profesional dengan menyelenggarakan program pembelajaran yang berkualitas, agar menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, unggul, dan mandiri.
“AKS Prodi D3 Farmasi membantu pemerintah daerah untuk melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi dan mempunyai peluang yang lebih baik untuk bersaing dalam memperoleh pekerjaan di pasar kerja,” ujarnya.
Peluncuran AKS Prodi D3 Farmasi ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) operasional lembaga dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Suprapto Kepada Ketua PPLP STKIP PGRI, Abu. Imam.
Kepala LLPDIKTI Wilayah VII, Prof. Suprapto menambahkan, prodi D3 Farmasi sangat penting di Sumenep, mengingat sampai saat ini jurusan tersebut belum ada, padahal pangsa pasarnya di dunia kerja sangat besar.
Kebutuhan tenaga farmasi atau asisten apoteker begitu luas, karena selain rumah sakit dan Puskesmas apotek di beberapa Kecamatan dan Desa juga sangat membutuhkan asisten apoteker.
“Jadi masyarakat Sumenep harus memanfaatkan AKS Prodi D3 Farmasi, karena sangat prospek untuk dunia kerja. Silahkan mendaftar mulai sekarang sebelum penerimaan mahasiswa ditutup,” tandasnya.
Sementara Direktur AKS, Ach. Novel menuturkan, pihaknya sengaja mendirikan Prodi Farmasi AKS, karena perkembangan apotek semakin pesat yang sangat membutuhkan tenaga farmasi sesuai dengan Permenkes bahwa asisten farmasi minimal harus D3.
“Kami melakukan survey ternyata apotek tidak hanya ada di Kota Sumenep saja, namun sudah ada di Kecamatan dan desa, padahal data pihak terkait jumlah apoteker di Sumenep sebanyak 9 orang saja, sehingga jelas membutuhkan banyak tenaga farmasi atau asisten apoteker,” pungkasnya.
Sesuai SK operasional AKS Prodi D3 Farmasi berlaku sejak 12 September 2019, dan saat ini untuk angkatan pertama yang sudah mendaftar sebanyak 20 mahasiswa. ( Yasik, Fer )