News Room, Jumat ( 03/02 ) Gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah perairan Sumenep, selama sepekan terakhir ini, mengakibatkan pemakaman ditepi pantai, di Desa Banmaleng (Pulau Giliraja), Kecamatan Giligenting, rusak. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Banmaleng, Maulidi menjelaskan, rusaknya sebagian pemakaman itu, dikarenakan adanya abrasi, sehingga lahan sekitar 2 meter terkikis air laut. “Abrasi ditepi pantai di Desa Banmaleng sudah parah. Bahkan, ditepi pantai ditemukan tengkorak manusia, yang diperkirakan berasal dari pemakaman ditepi pantai tersebut. Ini butuh perbaikan secepatnya, karena menggerus lahan pemakaman,”katanya. Sementara, Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Edy Rasiyadi, M.Si mengatakan, bahwa tahun ini kawasan pesisir pantai yang mengalami abrasi segera diperbaiki. “Tahun 2012, kami memang mendapat anggaran sebesar Rp. 5,2 milyar untuk perbaikan dan pembangunan tangkis laut. Dana milyaran itu diantaranya berasal dari APBD Propinsi Jawa Timur 2012 sebesar Rp. 1,2 milyar, APBD Propinsi dan APBN melalui Badan Nasional penanggulangan Bencana sebesar Rp. 4 milyar,”terangnya. Hanya saja, kata H. Edy, anggaran pembangunan dan perbaikan tangkis laut tersebut diprioritaskan pada kawasan pantai yang mengalami abrasi, baik kepulauan maupun daratan. “Titik-titik sasaran pembangunan tangkis laut sudah ditentukan, diantaranya seperti kawasan pesisir pantai Dungkek dan Ambunten, termasuk juga kawasan pantai Pulau Sapudi, karena kondisi jalannya hampir putus akibat abrasi,”ungkapnya. Sementara anggaran pembangunan tangkis laut yang dikucurkan melalui APBD Propinsi belum ditentukan, sebab akan dilakukan secara bertahap. Pihaknya merencanakan diletakkan diwilayah kepulauan seperti Giligenting dan kepulauan jauh lainnya. ( Nita, Esha )