Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2006
  • 708 Kali

DIHANTAM OMBAK BESAR, KAPAL DBS I BERLABUH DARURAT

Sumenep-Infokom News Room : Sepanjang perjalanan melintasi laut antar Kalianget-Kangean, KMP Dharma Bhakti Sumekar (DBS) I yang berangkat Minggu (15/01) pukul 21.00WIB dari Pelabuhan Kalianget dihantam ombak besar. Setelah diombang-ambingkan ombak, Senin (16/01) pukul17.20 WIB DBS I yang sempat berlabuh darurat di Pelabuhan Sapeken itu tiba di Pelabuhan Batu Guluk Kecamatan Arjasa Kangean. Sebelumnya, DBS I dikabarkan karam di Perairan Sapeken. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari penumpang kapal yang berhasil dihubungi, Minggu (15/01) pukul 21.00 WIB, DBS I berangkat dari Pelabuhan Kalianget dengan membawa 246 penumpang. Senin (16/01) pukul 03.00 WIB, kapal milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini memasuki perairan Tanjung Cellong, Kecamatan Arjasa. Kala itu, ombak besar menghantam DBS I . Diduga, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya kapal tersebut berputar menuju arah Pulau Sapeken. Senin, pukul 08.00 WIB, DBS I berlabuh di Pelabuhan Sapeken. Dalam perjalanan laut normal, lintasan KK biasanya ditempuh selama delapan jam. Artinya, Senin pukul 06.00 WIB DBS I dalam kondisi normal tiba di Pulau Kangean. Namun sepanjang perjalanan kapal dikabarkan dihantam ombak besar. Bahkan ombak besar mulai menerjang setelah DBS I lepas dari perairan pulau Ra’as. Hantaman ombak besar mencapai puncaknya setelah kapal DBS I berada di Perairan Tanjung Cellong, Senin pukul 03.00 WIB. Setelah tiba di Pelabuhan Sapeken, sebanyak 93 penumpang turun beserta barang bawaannya. Kemudian pada pukul 11.00 WIB, DBS I bertolak lagi menuju Pulau Kangean. Saat ini, kondisi cuaca boleh dibilang mendukung. Namun, ketika tiba diperairan Tanjung Cellong pada pukul 16.00 WIB. ternyata ombak besar setinggi empat meter lebih itu kembali menyerang DBS I dari arah samping. Akibatnya, DBS I yang melaju dengan pelan itu oleng. Bahkan, penumpang sudah berebut untuk menggunakan pelampung. Dalam kondisi menegangkan, sejumlah penumpang yang diduga kalangan nelayan berusaha membantu Nakhoda DBS I. Dan setelah melalui perjuangan berat, DBS I yang melaju pelan dengan cara menyisir menghindari ombak besar berhasil berlabuh di Pelabuhan Batu Guluk pada pukul17.20 WIB. Perjalanan melelahkan yang harus dialami ratusan penumpang lintasan KK itu mengundang keprihatinan anggota DPRD Sumenep, Badrul Aini. Dia mendesak Pemkab Sumenep untuk lebih serius memperhatikan sarana transportasi antar pulau. “Jangan nunggu ada korban untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat kepulauan. Orang-orang pulau itu tetap mempunyai hak yang sama“, tegas kader PKS asal Kangean ini. ( RM, Esha )