Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-11-2011
  • 1467 Kali

Diguyur Hujan, Ribuan Hektar Lahan Garam Gagal Panen

News Room, Sabtu ( 05/11 ) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep, selama dua hari ini, menyebabkan ribuan hektar lahan garam gagal panen. Akibatnya, para petani garam hanya bisa gigit jari, dan rugi ratusan juta rupiah. Berdasarkan data di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep, luas lahan pegaraman rakyat mencapai 1.988,25 hektar, tersebar di 8 Kecamatan, yakni Kalianget, Saronggi, Pragaan, Giligenting, Talango, Gapura, Dungkek, dan Kecamatan Raas. Sedangkan, data dari Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Perras), lahan garam rakyat di Sumenep yang tersebar di 10 Kecamatan diperkirakan seluas 2.100 hektare. Salah seorang petani garam asal Kalianget, Abdurrahman mengaku tidak melakukan panen dini terhadap garamnya, karena pihaknya memperkirakan hujan akan mulai turun pertengahan Nopember 2011 nanti. “Kami tidak menyangka hujan akan turun sangat lebat pada Jumat (04/11) malam, dan Sabtu (05/11) siang ini. Tapi, kami tidak bisa berbuat apa-apa, garam sudah kembali mencair,”kata Abdurrahman, di Kalianget, Sumenep, Sabtu (05/11). Menurut Abdurrahman, para petani memang tidak mempunyai persiapan khusus untuk mengantisipasi turunnya hujan, sehingga ketika hujan turun, sejumlah lahan yang siap dipanen, digenangi air dan garam kembali mencair. “Dengan kejadian ini, kami mengalami kerugian yang cukup besar hingga ratusan juta rupiah. Karena, garam kami tidak bisa dipanen, dan kembali muda lagi,”terangnya. ( Nita, Esha )