Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-01-2014
  • 620 Kali

Diguyur Hujan, Ratusan Rumah Di Sumenep Terendam Air

News Room, Rabu ( 22/01 ) Guyuran hujan yang melanda wilayah Kabupaten Sumenep, selama dua hari berturut-turut menyebabkan Kali Ambat meluap. Akibatnya, ratusan rumah di 4 Desa, yakni Braji, Poja, Dusun Panele, dan Desa Gapura Barat, di Kecamatan Gapura, terendam air. Warga pun berusaha menyelamatkan hewan peliharaannya, seperti ayam dan bebek yang terseret derasnya luapan air Kali Ambat. Bahkan puluhan hektar lahan pertanian juga tergenang air, dan akses jalan Desa digenangi air setinggi lutut orang dewasa. Salah seorang warga Desa Braji, Kecamatan Gapura, Suriyatun mengatakan, Kali Ambat meluap hingga menggenangi rumah warga baru pertama kali terjadi. "Hujan memang cukup deras, sehingga debet air meningkat dan Kali Ambat tak mampu menampungnya. Akibatnya, air pun meluap ke rumah warga dan menggenangi lahan pertanian serta akses jalan tergenang air setinggi lutut orang dewasa,"kata Suriyatun, Rabu (22/01). Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Drs. H. Koesman Hadie, M.Si mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan para korban banjir di Kecamatan Gapura. "Untuk saat ini, kami belum bisa pastikan berapa korban akibat banjir ini,"ungkapnya. Selain itu, derasnya hujan disertai angin kencang membuat rumah milik Buami (49) warga Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, roboh rata dengan tanah sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat kejadian, rumah yang berisi enam orang tersebut sedang berada dalam rumah, namun ketika sudah terdengar suara angin bergemuruh dari arah barat, mereka keluar ke halaman rumahnya, tak lama kemudian suara angin tersebut menghantam rumah hingga roboh. "Waktu angin kencang, kami bersama keluarga keluar rumah, tanpa ada perasaan khawatir rumah kita akan roboh, tetapi setelah di luar angin itu langsung menghantam rumah sampai roboh,"tutur Buami (49) korban yang rumahnya roboh, Rabu (22/01) pagi. Setelah diketahui rumahnya roboh, para tetangga yang berdekatan dengan rumah korban sontak mendatangi lokasi kejadian, untuk membersihkan reruntuhan bangunan, serta menyelamatkan isi dalam rumah yang masih tersisa. ( Nita, Esha )