Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-01-2011
  • 498 Kali

Diguyur Hujan, Jembatan Penghubung 2 Desa Ambrol

News Room, Senin ( 10/01 ) Jembatan penghubung Desa Cempaka, dan Desa Lebbeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, ambrol pada sisi kiri. Ambrolnya jembatan penghubung 2 Desa tersebut, akibat longsor dan tingginya volume air, setelah hujan disertai angin kencang mengguyur daerah setempat, sejak awal pekan bulan Januari 2011. Salah seorang warga Desa Cempaka, Hairul menjelaskan, dengan ambrolnya sisi kiri jembatan, pada Sabtu (08/01) malam, karena tergerus air sungai cukup deras, sehingga pinggir jembatan longsor dan air juga menghantam infrastuktur jembatan, sampai sekarang tidak bisa dilalui roda empat. “Sebelum ambrol, wilayah tersebut memang diguyur hujan deras disertai angin kencang selama sehari semalam. Volume air di sungai naik dan meluap, yang menyebabkan tanah disisi kiri sungai longsor hingga menggerus infrastruktur jembatan tersebut. Kondisi sekarang, jembatan hanya bisa dilalui roda dua, itupun harus ekstra hati-hati,”kata Hairul, di Sumenep, Senin (10/01). Hairul memperkirakan, ambrolnya sisi kiri jembatan itu dikarenakan tidak kuat menahan air yang mengalir cukup deras, mengingat pembangunan jembatan tersebut baru selesai akhir tahun 2010. “Untuk itu, kami berharap jembatan yang merupakan perbatasan Desa Campaka dan Desa Lebbeng Timur itu segera diperbaiki kembali, supaya keberadaaan jembatan yang merupakan jalan umum penghubung antar Kecamatan itu, tidak bertambah parah. Sebab, dikhawatirkan akan mengganggu aktifitas warga setempat,”ungkapnya. Sementara, Kepala Bidang Pembangunan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep, Abd. Karim, ST membenarkan kejadian tersebut. “Ambrolnya jembatan itu bukan kesalahan rekanan, melainkan bencana alam (force major). Kami akan secepatnya melakukan perbaikan,”terangnya. Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi C DPRD Sumenep, Dekky Purwanto, mengaku akan segera memanggil pihak terkait, supaya tidak terjadi kevakuman warga didaerah setempat. “Perbaikan itu harus segera dilakukan. Karena jembatan itu merupakan jalur transportasi warga di Desa Cempaka dan Lebbeng Timur. Secepatnya kami akan memanggil instansi terkait,”pungkasnya. Dekky memaparkan, dana perbaikan sejumlah infrastruktur memang dianggarkan di APBD tahun 2011. “Selayaknya jembatan yang ambrol tersebut, untuk segera diperbaiki,”tambahnya. ( Nita, Esha )