Media Center, Kamis ( 10/05 ) Diduga stres terlilit hutang, warga di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, atas nama Rahmad Setiyono alias Yoyon (41), warga Jalan Trunojoyo Gang Tambak saji III Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, nekat bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri hingga 7 kali, Kamis (10/05), sekira pukul 17.00 WIB.
"Percobaan bunuh diri tersebut, korban mengalami luka robek di bagian perut sebelah kiri dan harus dilarikan ke rumah sakit," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukit, Kamis (10/05).
Kejadian itu di Perumnas Giling, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Hal itu bermula saat teman Rahmad, Heri Sugeng Purnomo bertamu ke rumahnya. Tidak lama, Rahmad mengajak Heri keluar untuk menenangkan diri.
Sebelum menuju rumah Heri, Rahmad sempat meminta Heri mengantarnya ke pasar di belakang Masjid Jamik untuk membeli sebilah pisau.
“Heri tidak tahu, Rahmad beli pisau untuk apa,” tutur Mukit.
Sesampainya di rumah Heri, Rahmad ditinggal sendiri. Sebab Heri hendak menuju ke terminal untuk menjemput isterinya yang baru datang dari Pamekasan.
Namun di tengah perjalanan, isterinya Rahmad yakni Lisa menelpon Heri dan menanyakan suaminya. Diberitahu jika ada di rumahnya dan mempersilahkan untuk dicek salah satu pekerjanya/karyawannya.
Selanjutnya pada saat Heri beserta isterinya tiba di rumahnya bersamaan dengan datangnya Lisa dan karyawan dari Rahmad yang bernama Sudar (sebelumnya telah ditelpon oleh Lisa) yang tiba lebih dahulu berada di dalam rumah memanggil Heri dan memberitahukan bahwa Rahmad melakukan percobaan bunuh diri dengan menusuk perutnya dengan menggunakan sebilah pisau kurang lebih sebanyak 7 kali.
Pada saat itu Rahmad yang dalam keadaan terluka, duduk di kursi tamu menghadap utara dan Heri segera meminta bantuan para tetangga sebelah, lalu Rahmad terjatuh dengan kepala berada di utara dan kaki berada di selatan.
Selanjutnya Rahmad dibawa ke RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk mendapatkan perawatan medis dengan menggunakan ambulance.
“Berdasarkan cerita dari Heri, Rahmad tertekan karena terlilit hutang,” ujar Mukit.
Sebelum melalukan percobaan bunuh diri, tambah Mukit, korban melakukan kerja sama dalam pembangunan proyek. Korban diketahui telah banyak berinvestasi pada proyek tersebut dengan uang pinjamannya pada orang lain.
Namun saat korban memerlukan uang tersebut untuk membayar pinjaman, teman korban yang diajak kerja sama tidak mengembalikan uangnya dan saat ini tidak diketahui keberadaannya.
“Dari keterangan itu, teman kerjanya bernama Mulyadi (Adi) warga Desa Tanjung Kecamatan Saronggi,” ungkapnya.
Motif sementara dalam kejadian tersebut korban terlilit hutang yang belum bisa membayar karena jangka waktu sudah habis.
"Atas kejadian itu, polisi mengamankan sebilah pisau yang digunakan Rahmad untuk percobaan bunuh diri. Polisi juga menemukan bercak darah di lantai tempat kejadian perkara," pungkasnya.
Polisi terus melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. ( Nita, Fer )