Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-04-2012
  • 529 Kali

Diberi Surat Peringatan, Belasan Mahasiswa Unija Demo

News Room, Kamis ( 05/04 ) Belasan mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menggugat, Kamis (05/04) pagi, kembali berunjuk rasa di kampusnya. Kali ini mereka menggugat keputusan Rektor memberikan surat peringatan pada para mahasiswa yang sering melakukan unjuk rasa. Sambil membawa keranda mayat bertuliskan “demokrasi”, mereka berjalan menuju gedung Rektorat, dan berorasi mengecam kebijakan rektor. Namun, aksi para mahasiswa tak ditemui rektor, karena sedang berada diluar kota. Akibatnya, keranda mayat tersebut dibakar dipintu masuk kampus Unija, sebagai lambang matinya demokrasi. Korlap aksi, Maszari menjelaskan, kebijakan rektor Unija dengan mengeluarkan surat peringatan bagi mahasiswa yang menyampaikan as[irasi melalui aksi unjuk rasa sangat tidak mendasar. “Tindakan itu sudah mencederai demokrasi kampus. Kami, aliansi mahasiswa menggugat, menyatakan sikap melawan apa yang dilakukan rektor,”kata Zari, di halaman kampus Unija Sumenep, Kamis (05/04). Zari mengatakan, pihaknya sengaja membakar keranda mayat itu, karena sudah tidak adanya lagi demokrasi di Universitas Wiraraja Sumenep. “Rektor Unija sudah menggunakan kekuasaannya untuk menindas mahasiswa. Kami memprotes sikap rektor mengeluarkan surat peringatan, makanya keranda mayat ini dibakar sebagai lambang matinya demokrasi di universitas ini,”terangnya. Meski mendapat surat peringatan, kata Zari, pihaknya akan pantang menyerah menyampaikan aspirasi. “Surat peringatan bukan akhir dari segalanya. Kami tidak akan pernah surut menyuarakan hak-hak mahasiswa. Kami akan tetap menuntut rektor agar turun dari jabatannya, karena telah memasung aspirasi mahasiswa. Dia tidak pantas menduduki kursi tersebut. Kebijakan yang dikeluarkan diluar batas kewajaran,”ungkapnya. Puas berorasi, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, sambil mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi. ( Nita, Esha )