Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-04-2012
  • 573 Kali

Diapit MI, Siswa SDN Di Sumenep Tersisa 4 Orang

News Room, Kamis ( 19/04 ) Makin menjamurnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sumenep, berdampak terhadap kelangsungan lembaga pendidikan Sekolah Dasar. Terbukti, di SD Negeri Errabu, Kecamatan Bluto, nasibnya semakin terpuruk. Jumlah siswa di sekolah ini hanya tinggal 4 orang, dari sebelumnya 70 orang. 2 siswa kelas VI, 1 siswa kelas IV, dan 1 siswa lainnya kelas II. Sedangkan guru yang mengajar di SD tersebut tinggal satu orang, yakni Luthfianto, ditambah Kepala Sekolah, Muhdar. Luthfianto mengaku tidak mengetahui penyebab menurunnya jumlah murid di sekolahnya. Diduga, menurunnya jumlah murid itu terjadi setelah Madrasah Ibtidaiyah (MI) masuk pagi. “Kami sendiri heran, sejak lima tahun terakhir jumlah siswa terus menyusut hingga tinggal 4 orang. Diperkirakan, penurunan itu akibat perubahan jadwal masuk di MI, yang biasanya sore sekrang beralih masuk pagi juga. Jadi, kami kalah bersaing. Kebetulan sekolah kami bersebelahan dengan MI. Kemungkinan besar, masyarakat disini lebih memilih MI dari pada SD. Bisa jadi SD dianggap kurang mampu memberikan bekal agama pada anak,”kata Luthfianto, di SDN Errabu, Bluto, Sumenep, Kamis (19/04). Luthfi mengungkapkan, awalnya di SDN Errabu ada 6 guru selain Kepala Sekolah. Namun karena jumlah murid makin sedikit, maka tahun 2011 lima guru dipindah ke sekolah lain, dan tinggal satu guru yang ada di SD tersebut. “Walau sendirian dan siswa hanya 4 orang, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setiap hari. Sebenarnya pak Kepala Sekolah pada akhir tahun 2010 sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan agar SD Errabu dihapus, namun sampai saat ini belum ada tanggapan,”ujarnya. Sementara Anggota Komisi D DPRD Sumenep, Samsul A. Rijal mengatakan, seharusnya sekolah yang siswanya tidak mencapai 10 orang, dari kelas 1 sampai kelas 6, di regrouping. “Aturannya memang begitu. Sekolah yang memiliki siswa minus (kurang dari 10 orang), harus di regrouping,”ungkapnya. Menurut Rijal, masih adanya sekolah dengan siswa minus, belum masuk program regrouping. “Kemarin kami sudah mendapat informasi kalau Dinas Pendidikan sudah melakukan regrouping sejumlah sekolah dasar. Dan, program itu masih berkelanjutan, kemungkinan SD Errabu itu masuk yang regrouping selanjutnya. Tapi, kami belum tahu persis, karena menunggu laporan secara rinci dari Dinas Pendidikan,”pungkasnya. ( Nita, Esha )