Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-12-2021
  • 746 Kali

Dialog Dengan Tim Inovasi Pusat Terkait Gugus Tugas PAUD HI di Sumenep

Media Center, Senin ( 13/12 ) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep memiliki kewajiban untuk melakukan motivasi dan koordinasi terhadap program lintas sektor, seperti halnya yang dilaksanakan dalam rangka pengembangan PAUD HI. Karena, dalam pelaksanaannya memerlukan kontribusi dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si, melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Ir. RB. Ahmad Salaf Junaidi, pada Dialog dengan Tim Inovasi pusat terkait Gugus Tugas Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integral (PAUD HI), di Aula lantai II Gedung Bappeda setempat, Senin (13/12/2021).

"Jadi peran Bappeda di sini bagaimana mensinergikan program PAUD HI ini bersama dengan sejumlah OPD terkait dengan beberapa aspek seperti kesehatan, perlindungan anak, pendidikan dan sebagainya," jelas Salaf.

Menurutnya, sejumlah OPD terkait yang terlibat dalam program PAUD HI, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kementerian Agama (Kemenag) dan sebagainya.

Saat ini sengaja mendatangkan dari Tim Inovasi Nasional yang memiliki pengalaman dalam mendampingi PAUD HI, seperti halnya yang dilakukan di Kabupaten Bogor dan sebagainya. Sehingga atensi yang disampaikan Bupati Sumenep agar setiap kecamatan muncul PAUD HI.

"Karena sebelumnya juga sudah ada 100 lembaga yang melaksanakan dan 10 fasilitator sudah mumpuni untuk melakukan langkah lebih lanjut dalam mewujudkan program PAUD HI tersebut," jelasnya.

Sementara Narasumber dari Tim Inovasi Nasional, Muhammad Nehru Sagena, S.IP., M.Si, mengungkapkan, jika sebelumnya dirinya mengunjungi salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep yakni PAUD Al-Fath yang ternyata luar biasa, karena sebagian besar sudah melakukan layanan kota layak anak dan sudah ada model yang bisa dicontoh, hanya tinggal dilihat kurangnya di mana dan tinggal ditambahkan saja.

Bahkan, pihaknya secara pribadi sebagai tenaga ahli kali ini bagaimana melakukan sharing pengalaman dengan sejumlah elemen, dan menyusun rencana aksi di sejumlah daerah dalam mewujudkan PAUD HI berdasarkan pengalaman di beberapa daerah yang sudah didampinginya.

"Sebenarnya kegiatan kali ini sifatnya lebih pada sharing pengalaman, sehingga mendapatkan pelajaran penting tidak lagi memulai sesuatu seolah-olah bingung mulai dari mana, karena sudah ada beberapa contoh yang bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah," tegas pria dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan ini. ( Ren, Fer )