News Room, Selasa ( 06/07 ) Minat petani untuk menanam tembakau pada musim tanam tahun 2010, berkurang. Sesuai hasil pantauan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, lahan yang ditanami tembakau pada bulan Juli ini masih sekitar 2.700 hektar. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sudah meningkatkan proyeksi lahan tembakau, dari 7.583 hektare menjadi 9.167 hektar. Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto mengatakan, masih minimnya petani menanam tembakau, dimungkinkan karena cuaca yang kurang bersahabat. “Cuaca saat ini memang kurang bersahabat, akibatnya petani kurang berminat untuk menanam tembakau. Hasil pantauan kami, lahan yang ditanami tembakau hanya berlokasi di tegal gunung, itupun diperkirakan baru 30 persen dari proyeksi lahan tahun ini. Sedangkan, untuk diwilayah tegal belum ditanami tembakau,â€Âkata Bambang, pada wartawan dikantornya, Selasa (06/07). Ia menjelaskan, produksi tembakau tahun ini diproyeksikan sebanyak 5.500 ton. “Produksi tembakau tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun 2009, yang hanya mampu memproduksi 4.550 ton tembakau,â€Âungkapnya. Musim tanam tembakau tahun ini, kata Bambang, mundur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Untuk tahun ini petani banyak menanam tembakau pada pertengahan bulan Juni. Padahal, biasanya musim tanam tembakau dilakukan pada awal bulan Mei2010,â€Âujarnya menambahkan. Bambang mengemukakan, daerah yang berpotensi memproduksi tembakau dengan kualitas tinggi tersebar di 10 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Ganding, Guluk-guluk, Pasongsongan, Batuputih, Bluto dan Pragaan. ( Nita, Esha )