News Room, Kamis ( 09/10 ) Harga emas di Kabupaten Sumenep, saat ini tergolong tidak stabil, sebab, setiap hari harga emas mengalami perubahan antara naik dan turun. Hal itu diduga akibat resesi ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat. Pengurus Paguyuban Pedagang Emas Jalan Manikam Sumenep, H. Abdul Karim mengatakan, tidak stabilnya harga emas tersebut, memaksa dirinya untuk lebih intensif memantau fluktuasi harga emas, baik melalui siaran televisi maupun telepon dengan pedagang emas di Surabaya. Sejak Rabu (08/10) kemarin, harga emas naik turun. “Rabu (08/10) kemarin, emas London murni (LM) atau "lantakan" per-gramnya sempat seharga Rp. 277.000,00. Tapi, hari ini Kamis (09/10) turun menjadi sebesar Rp. 274.000,00. Begitu juga dengan emas 24 karat yang Rabu (08/10) kemarin hanya sebesar Rp. 267.000,00 per-gram, ternyata hari ini Kamis (09/10) sudah naik sebesar Rp. 274.000,00 per-gram,â€Âterangnya. Pemilik Toko Emas "Encong Karim" ini menjelaskan, untuk emas yang harganya stabil hanya emas 23 karat dan 22 karat seharga Rp. 250.000,00 per-gram dan Rp. 210.000,00 per-gram. “Harga emas akan terus naik, jika krisis yang melanda Amerika Serikat tak kunjung selesai,â€Âujarnya. Ia menerangkan, meskipun harga emas tidak stabil, namun tidak sampai mempengaruhi terhadap transaksi jual beli. “Selama sepekan ini, utamanya Rabu (08/10) kemarin, kayaknya tidak ada perubahan. Warga yang membeli dan menjual emasnya, sama-sama 50 persen," tegasnya.( Nita, Esha )