News Room, Rabu ( 11/05 ) Sambil menyelam minum air, itulah yang dilakukan anggota Komisi D DRD Sumenep ketika melakukan kunjungan kerjanya dalam rangka inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah sekolah SD/MI yang sedang menyelenggarakan Ujian Nasional (Unas) sejak Senin (09/05) kemarin. Sebab, Komisi yang membidangi pendidikan, sosial dan kesehatan ini, disamping sidak Unas juga melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah, serta keberadaan siswa dan guru yang ada di sekolah-sekolah SD tersebut. Hasilnya, sejumlah sekolah ditemukan tidak layak lagi dipertahankan, dan harus segera dilakukan regrouping karena jumlah siswanya mulai dari kelas 1 hingga kelas VI hanya belasan anak. Sementara jumlah gurunya juga berjumlah belasan orang. “Kami menilai, ini sudah kurang efektif lagi, dan perlu dilakukan regrouping kepada sekolah yang terdekat, dengan alasan efisiensi,”ujar salah seorang anggota Komisi D DPRD Sumenep, Dulsiam, S.Ag, MPd kepada News Room di kantornya, Rabu (11/05). Menurutnya, sejumlah sekolah yang memiliki siswa sedikit itu, secepatnya harus dilakukan regrouping, karena jelas sudah tidak layak dipertahankan. Bayangkan, misalnya di SDN Jadung 2 dan SDN Larangan Perreng 3 di Kecamatan Pragaan, siswanya hanya berjumlah 16 dan 18 orang, sedangkan gurunya hingga belasan orang. Karena itu, tegas Dulsiam, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi hasil temuan Komisi B, sehingga diharapkan ada langkah-langkah yang tepat. ( Ren, Esha )