Sumenep-Kominfo News Room : Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa siaga merupakan langkah pertama dari hasil pertemuan Aliansi Nasional Eliminasi Kusta (ANEK) di Banjarmasin pada 10-12 Mei 2006 lalu. Hal itu sebagai upaya untuk mempercepat eliminasi kusta di Indonesia. Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo. S, selaku Ketua ANEK, melalui rilis yang dikirm ke redaksi Jatim Newsroom Infokom, Jumat (12/05) mengatakan, pemberdayaan desa siaga, agar setiap individu mendapat pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kedua, meningkatkan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat dengan melibatkan peran tokoh agama melalui media yang tepat untuk menghilangkan stigma. Sehingga penderita mau melakukan pemeriksaan dini dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ketiga, mengintensifikasi penemuan penderita baru sampai dengan tingkat perangkat terkecil dengan melibatkan organisasi profesi, program dan sektor terkait. Keempat, memberikan pelatihan kepada petugas agar dapat mengetahui dan memahami pengobatan penyakit kusta dengan benar. Sehingga tidak ada stigma di antara petugas kesehatan. Kelima, meningkatkan kualitas petugas dalam manajemen program untuk mengatasi penyakit kusta melalui pelatihan yang berkualitas. Keenam, mengembangkan rujukan dan jejaring pelayanan kusta yang terintegrasi dengan melibatkan polindes dan puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan rumah sakit kusta dalam kesinambungan pelayanan kusta yang paripurna. Ketujuh, memperluas aliansi serta meningkatkan alokasi anggaran program kusta dari pusat, propinsi dan Kabupaten/Kota menuju eliminasi kusta. Kedelapan, memutuskan mata rantai penularan dengan upaya uji coba pola baru, yaitu pengobatan pada kelompok sub klinis. Kesembilan, pengobatan penderita secara benar dan memasukkan semua penderita ke dalam Askeskin dan mengintegrasikan pelayanan kusta ke dalam pelayanan kesehatan dasar. Kesepuluh, rehabilitasi lanjutan dengan pemberdayaan mantan penderita melalui pembinaan dan pemberdayaan usaha mandiri dengan dukungan lintas sektor terkait. ANEK merupakan wadah para gubernur untuk mengendalikan penyakit kusta dan diperuntukkan untuk propinsi yang termasuk masih tinggi dengan prevalensi di atas 1/10.000. Pertemuan itu dihadiri oleh Direktur P2ML Departemen Kesehatan RI, Dirjen PMD Departemen Dalam Negeri dan para Gubernur anggota ANEK se Indonesia. ( Info Jatim, Esha )