Media Center, Kamis ( 04/01 ) Desa Sendir Kecamatan Lenteng, Rabu (03/01) malam, menggelar dua acara sakral sekaligus. Yang pertama ialah Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dirangkai dengan Haul Kiai Agung Rahwan, tokoh waliyullah besar Sumenep yang pertama kali membabat bumi Sendir. Ratusan warga ditambah undangan hadir dengan antusias di acara tersebut.
“Acara ini memang merupakan agenda rutin tahunan,” kata Ustadz Soleh, ketua panitia acara sekaligus ta’mir Masjid Nurul Huda, Sendir, yaitu lokasi yang ditempati acara.
Acara tersebut juga dihadiri beberapa tokoh muda pemerhati sejarah dari Kabupaten Pamekasan, yang notabene masih memiliki kekerabatan atau hubungan nasab kepada Kiai Agung Rahwan. Bindara Abdul Hamid, yang mewakili tokoh muda dari Gerbang Salam menyampaikan bahwa hampir semua tokoh penting di Sumenep dan Pamekasan memiliki darah Kiai Agung Rahwan.
“Di Sumenep, Dinasti terakhir keraton, yang diawali oleh Bindara Saut, adalah keturunan langsung Agung Rahwan. Di Pamekasan, ada Kiai Agung Raba, pakunya pulau Madura,” kata generasi kesembilan di Raba, Pademawu, Pamekasan ini.
Setelah pengantar silsilah dari Bindara Hamid, dilanjutkan dengan ceramah agama oleh KH. Musleh Adnan yang juga dari Pamekasan. Musleh menyampaikan beberapa poin akan pentingnya memperingati maulid dan haul leluhur. Di samping membahas tentang cinta seorang hamba yang bisa mendekatkannya pada Sang Khaliq sekaligus memperoleh ridla-Nya.
“Pada tingkatan tinggi, mencintai itu hanya karena ingin dekat pada yang dicintai, tanpa berharap apapun selainnya. Dalam konteks hamba, seperti doa Sufi Perempuan agung, Rabiah al-‘Adawiyah, bukan karena berharap surga atau takut neraka, tapi hanya karena cinta sahaja pada Sang Penciptanya,” kata Kiai Musleh.
Seperti diketahui, Agung Rahwan adalah tokoh agung Sumenep awal. Beliau adalah putra Kiai Andasmana dari Parongpong, yaitu saudara Kiai Astamana yang sama-sama anak Pangeran Bukabu, raja Sumenep. Dari Kiai Rahwan ini, keluarga Sendir menyebar seluruh Madura hingga tapal kuda. Secara genealogi, bisa dipastikan cikal-bakal penguasa abad ke-18 dan 19, serta pendiri pesantren-pesantren besar di Sumenep, Pamekasan, dan Tapal kuda berasal dari Kiai Rahwan.
( M. Farhan M, Esha )