Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-01-2010
  • 567 Kali

Desa Saobi Nikmati Pelaksanaan PNPM-MP 2009

News Room, Jum’at ( 01/01 ) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) sangat dirasakan betul oleh masyarakat bawah. Terbukti, beberapa Desa mengakui salah satu program swakelola masyarakat ini dapat memberdayakan masyarakat. Bahkan, tingkat partisipasi masyarakat sangat dominan, yakni sejak pengajuan, pelaksanaan hingga hasil pelaksanaannya. Salah satu Desa di kepulauan yang mendapat dana pemberdayaan melalui PNPM-MP tahun 2009, yakni Desa Saobi Kecamatan Kangayan. Dengan anggaran sebesar Rp. 201.012.500,00 dapat membangun jalan beraspal sepanjang 2.000 meter (2 kilometer) dengan lebar 2,5 meter, yag menghubungkan 2 Dusun, yakni Dusun Inpres dan Dusun Lao'anna. Kepala Desa Saobi, Rifa'ie ketika dihubungi News Room melalui telepon selulernya tadi siang, Jum’at (01/01) mengaku bangga, Desanya mendapatkan dana pemberdayaan PNPM- MP seperti itu. Sebab, menurut Rifa'ie, masyarakat Desanya mendapat 2 keuntungan dengan program pembangunan swakelola seperti itu. "Yang pertama, masyarakat betul-betul diberdayakan dengan melibatkan mereka dalam pekerjaannya, dan mendapat upah sesuai keahliannya, kemudian yang kedua, pelaksanaan pembangunannya sesuai harapan masyarakat yang dihasilkan melalui rembuk Desa,"ujar Rifa'ie. Bahkan tegas Kades berpenampilan sederhana ini, selain para pekerja mendapat upah yang sesuai, yakni untuk tukang sebesar Rp. 50.000,00, sedangkan pekerja biasa mendapat upah antara Rp. 30.000,00 hingga Rp. 40.000,00. Dan pekerjaan mereka lebih maksimal, karena hasil pembangunanya juga akan dinikmati sebagian besar warga masyarakat Desa sendiri. Lebih lanjut Rifa'ie berharap, program pembangunan yang sifatnya swakelola seperti PNPM-MP tersebut diharapkan dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Sebab, sudah terbukti meskipun anggaran PNPM-MP baru terealisasi 70 persen dari total anggaran yang ditentukan, namun berkat swadaya masyarakat, pelaksanaannya bisa rampung 100 persen. Meskipun dalam pelaksanaannya memang tetap harus ada beberapa proyek pembangunan yang dilaksanakan dengan menggunakan rekanan. Namun, diharapkan lebih difokuskan untuk pelaksanaan pembangunan yang bersifat lebih teknik, dan sulit terjangkau oleh keahlian yang dimiliki masyarakat setempat. ( Ren, Esha )