Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-09-2008
  • 674 Kali

Desa Perawan, Butuh Sentuhan Pengusaha Borjuis

News Room, Senin ( 01/09 ) Meski daerahnya cukup banyak untuk lahan pertanian dan perkebunan, Desa Torjek Kecamatan Kangayan pulau Kangean, ternyata juga masih banyak menyimpan kekayaan alam yang cukup luas dan subur. Hanya saja, sebagian lahan yang ada masih banyak yang belum terjamah oleh tangan-tangan manusia untuk digarap. Dan tetap dibiarkan perawan, sekitar 300 hektar lahan kosong yang merupakan tanah negara. Padahal, seandainya ada investor yang bisa menanamkan modal untuk menggarap lahan tersebut menjadi lahan perkebunan dan sebagainya, hasil panennya akan melimpah ruah. Serta dapat menambah stok pangan Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumenep. ”Sayangnya, ratusan hektar lahan itu tidak ada yang merawat, karena memang keterbatasan masyarakat setempat yang kurang memiliki modal untuk menggarap dan menjual hasil pertanian disana,”ujar Kades Torjek, Hairudin ketika di temui News Room kemarin. Menurut Kades yang baru setahun dilantik Bupati Sumenep ini, hasil pertanian di Desanya sebenarnya cukup bagus. Terbukti, dari sekitar 540 hektar lahan pertanian, sebanyak 183,7 hektar lahan sawah dapat menghasilkan padi yang cukup bagus untuk kebutuhan masyarakat disana. Bahkan sebagian lahan yang ditanami padi hibrida yang merupakan bantuan dari Pemkab Sumenep melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, pada musim tanam kemarin, cukup memberikan hasil yang maksimal bagi petani. Sedangkan sisanya, merupakan lahan perkebuan yang banyak ditanami jagung, tanaman palawija dan semacamnya, juga diakui Hairudin cukup bagus. Bahkan Jagung Hibrida yang dihasilkan petani sebagian tidak dijual keluar. Namun ada sekitar 5 home industri yang ada di Desanya mengolah jagung yang dijuluki jagung ketan yang renyah ini menjadi jagung goreng yang dikemas dalam plastik, dan dijual keberbagai daerah lain termasuk ke daratan Sumenep. Desa yang berpenduduk 3.700 jiwa lebih dari sekitar 1.700 KK ini menurut Hairudin, akan siap menjadi pendongkrak ketahanan pangan dari kepulauan. Apabila ada tangan-tangan borjuis yang berkenan memberikan modal kepada petani dan siap melempar ke pangsa pasar hasil pertanian dan perkebunan dari Desanya. ( Ren, Esha )