Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-06-2016
  • 3957 Kali

Desa Pakondang, Lokasi Prospektif Budidaya Cabe Jamu

News Room, Kamis ( 02/06 ) Cabe jamu atau cabbi jamo menurut lidah orang Sumenep Madura merupakan salah satu jenis tanaman alternatif yang cukup prospektif dan potensial di wilayah ujung timur Pulau Garam ini. Apalagi, jenis tanaman yang satu ini tergolong tipe tanaman yang tidak memerlukan penanganan rumit, disamping cukup sekali tanam.

Di Sumenep, salah satu lokasi potensial untuk menanam bibit cabe jamu ialah di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru. Tipe tanah di sana menurut beberapa warga sangat cocok. Sehingga tak ayal hampir kebanyakan warga Pakondang pasti memiliki lahan cabe jamu.

“Cabe jamu sangat menjanjikan. Sekilo sekarang Rp. 120 ribu,” kata Moh Wardi, salah satu warga Desa Pakondang pada Media Center Kabupaten Sumenep.

Dalam setiap dua pohon yang dililiti tanaman ini menurut Wardi bisa menghasilkan sekitar 2 kilogram cabe jamu. Paling sedikit atau rata-rata, setiap pohon menghasilkan 1 kilogram cabe jamu. “Dalam sepetaknya, bisa ditanami sekitar seratus batang tanaman cabe jamu,” kata Wardi.

Cara menanam cabe juga tidaklah sulit. Cukup menyediakan batang pohon kelor atau maronggi sesuai kebutuhan. Setiap batang pohon itu ditanam dalam jarak minimal 1 meter. Setelah itu baru ditanam bibit cabe jamu dan dibiarkan melilit pada pohon kelor.

“Kemudian diberi obat, yaitu untuk mencegah rayap. Karena kalau tidak maka tidak tumbuh kalau tanahnya terdapat rayap,” terang Wardi.

Setelah itu diberi garam dan pupuk. Biasanya waktu awal tanam hingga panen pertama membutuhkan waktu sekitar 2 tahunan. Setelah itu, setiap setengah bulan petani bisa memanen cabe jamunya.

“Untuk selanjutnya perawatan biasa, seperti menyiram jika pas kemarau, dan juga diberi pupuk setiap setengah bulannya,” pungkas pria lajang ini. ( Farhan, Esha )