Media Center, Jumat ( 18/06 ) Masuknya Desa Lobuk Kecamatan Bluto sebagai enam besar pada Lomba Desa/Kelurahan mewakili Kabupaten Sumenep ke tingkat Provinsi Jawa Timur, setidaknya semakin memberikan semangat bagi seluruh elemen khususnya perangkat dan masyarakat setempat untuk terus berbenah dan memperbaiki semua hal sebagai desa mandiri.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh, S.Pd.I, MM, usai kunjungan Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan serta Pelaksanaan Terbaik 10 Program Pokok PKK dari Provinsi Jawa Timur, di Balai Desa setempat, Jumat (18/06/2021).
Menurutnya, sebagai desa dengan predikat desa mandiri tentu banyak yang harus diperbaiki mulai dari administrasi, penganggaran dan beberapa program yang paling urgent, untuk dilakukan seperti penanganan stunting, disabilitas, gender, padat karya dan sebagainya.
“Jadi intinya titik tekannya adalah bagaimana menjadi desa mandiri dengan terus melakukan pembenahan dari segala aspek,” ungkap Kades Lobuk ini.
Dikatakan, meskipun dari tim penilai tidak secara spesifik menyinggung apa yang paling penting dalam penilaian lomba desa, namun sebagai desa mandiri memang sudah seharusnya banyak hal yang perlu dilengkapi. Termasuk untuk melakukan banyak koordinasi dengan semua pihak, khususnya terhadap hal yang perlu dilengkapi sesuai realitas.
Moh. Saleh juga mengakui jika selama ini desanya sudah bermitra dengan berbagai lembaga, seperti Pusat Penelitian dan Pengembangan Desa (Puslitbangdes) yang salah satu upayanya memperbaiki administrasi pemerintahan desa, kemasyarakatan, sistem kapasitas SDM dan berbagai hal yang konkrit semua harus ditingkatkan.
Bahkan, pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, sehingga banyak limu baru yang didapat dan sudah banyak membantu memberikan semangat bagi perbaikan kualitas SDM, pelayanan dan kualitas pembangunan di desanya.
“Targetnya tentunya harus betul-betul sesuai dengan apa yang menjadi harapan, hingga dapat menunjukkan kepada semua kalau Desa Lobuk memang pantas menjadi desa mandiri,” pungkasnya.
Sementara itu, tim penilai lomba desa dari Jawa Timur dalam kunjungannya melihat dari dekat presentasi yang sudah dilaksanakan sebelumnya di Provinsi, terkait administrasi juga melakukan kunjungan lapangan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), centra pembuatan agar-agar dari kelor, dan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tempat budidaya hasil laut. ( Ren, Fer )