Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-05-2009
  • 639 Kali

Desa Larangan Berma, Gelar Kontes Sapi Sonok

News Room, Sabtu ( 30/05 ) Pelaksanaan Kontes Sape Sonok tidak pernah sepi mengunjung, baik yang digelar di tingkat Madura hingga Kontes yang dilakukan pada tingkat Desa. Seperti yang dilaksanakan Paguyuban Sapi Sonok Korlap Desa Larangan Berma Kecamatan Batuputih, Sabtu (30/05). “Kami tidak menyangka semeriah ini, padahal panitia menargetkan hanya para penggemar di Kecamatan Batuputih saja, tetapi kenyataannya para penggemar dari berbagai Kecamatan, juga turut memeriahkan kontes ini,” tegas H. Udi Hariyanto. H. Udi menjelaskan, sejak pagi ada sekitar 80 pasang Sapi Sonok yang mendaftar sebagai peserta kontes, namun jumlah tersebut masih bisa bertambah. “Sapi Sonok ini memang sudah mentradisi, jadi setiap ada kabar akan digelar kontes, para penggemar Sapi Sonok, sepertinya tidak ingin menyia-nyiakan momen itu untuk menunjukkan sapi yang selama ini dirawat dan dilatih berjalan ala pengantin,"ujar H. Udi. Sebab, mahalnya Sapi Sonok ketika dilihat bagus pada saat mengikuti kontes, karena, dalam pelaksanaan kontes itu tidak dilakukan seperti kegiatan lomba. Jadi tidak ada juara dalam acara kontes Sapi Sonok. Namun, semua mendapat penghargaan dalam rangka ikut serta memeriahkan kegiatan kontes. Bahkan, pemilik Sapi Sonok rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk sewa penari, sinden, musik saronin dan sebagainya untuk mengiringi berjalannya Sapi Sonok. Panitia kontes sendiri, memang sudah mempersiapkan acara kontes dengan beragai hiburan, seperti sinden yang digelar sehari penuh. Bahkan, di malam hari sebelum kontes ditempat yang sama juga diawali dengan hiburan sinden. Kepala Desa Larangan Berma, H. Nawi ketika ditemui News Room disela-sela kontes tersebut mengaku, masyarakat di Desanya cukup banyak pemilik Sapi Sonok. bahkan untuk kegiatan kontes saat itu ada sekitar 25 peserta dari Desa Larangan Berma sendiri. Kontes Sapi Sonok yang merupakan budaya tradisional yang sudah ada sejak nenek moyang dulu itu menurut H. Nawi, tetap harus dilestarikan. Sebab, disamping ada nilai hiburan bagi masyarakat, juga ada nilai bisnis yang menjanjikan bagi pemilik Sapi Sonok yang bagus. ( Ren, Esha )