Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-10-2011
  • 461 Kali

Desa Lalangon Siap Resmikan Pasar Desa Awal Nopember 2011

News Room, Senin ( 17/10 ) Pembangunan Pasar Desa Lalangon melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Jawa Timur 2011 yang sudah 100 persen terlaksana, dimaksudkan untuk membantu memudahkan masyarakat Desa Lalangon dan sekitarnya berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Dan direncanakan awal Nopember 2011 mendatang akan mulai dibuka. Kepala Desa Lalangon, Moh. Halil kepada News Room tadi siang, Senin (17/10) di kantornya menjelaskan, dengan adanya Pasar Desa Lalangon juga bisa mengangkat perekonomian masyarakat. Sebab, dengan adanya Pasar Desa tersebut, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi ke kota maupun pasar yang ada di Kecamatan Manding. “Setidaknya ada puluhan pedagang yang ada di Desa kami sudah siap menempati pasar Desa yang memang tempatnya cukup stategis di sebelah selatan Balai Desa Lalangon,”jelasnya. Ditambahkan, untuk membantu masyarakat yang ingin meraih rejeki di Pasar Desa menurut Halili, pihaknya tidak memungut sepersenpun sewa tempat. Namun, yang terpenting masyarakat bisa menjaga keberadaan pasar tersebut dengan sebaik-baiknya, dan ikut memelihara keberadaannya. Sebab, menurut mantan pendidik ini, Pasar Desa merupakan milik masyarakat Desa itu sendiri, sehingga keberadaannya merupakan tanggung jawab bersama. Bagaimana kegiatan perekonomian di Pasar Desa itu terus berkembang, juga merupakan upaya dari para pedagang itu sendiri. Sebenarnya, sebelum dibangun pasar Desa sudah ada 2 warung dan kios yang dibangun masyarakat dengan persetujuan pemerintahan Desa. Meskipun tanpa biaya sewa dan sebagainya, namun untuk peningkatan usaha masyarakat menurut Halili, pihaknya merestui pembangunan toko diatas tanah Desa. Dan tidak menutup kemungkinan jika memang nantinya sudah bisa berkembang dengan baik usahanya, bisa diharapkan memberi masukan untuk Pendapatan Asli Desa (PADes), sehingga Desa juga bisa mengembangkannya untuk usaha ekonomi masyarakat lainnya. “Mudah-mudahan adanya toko dan pasar Desa tersebut nantinya akan menjadi Desa yang mandiri, karena potensi yang ada di Deanya sebenarnya cukup bagus,”tambahnya. Beberapa usaha yang ada di Desanya yakni berbagai jenis home iondustri, seperti pembuatan tahu, krupuk, krepek dan pemanfaatan limbah dan kotoran ternak menjadi pupuk yang manfaatnya tidak kalah dengan pupuk organik. Bahkan, saat ini sudah banyak pesanan dari luar Desa untuk pelaksanaan pilot project bagi tanaman pertanian, seperti tanaman jagung, sayur dan kacang-kacangan. ( Ren, Esha )