Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-12-2010
  • 580 Kali

Desa Jambu Air Prioritaskan Pembangunan Lingkungan

News Room, Senin ( 06/12 ) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan PNPM-MP di Desa Jambu Air Kecamatan Gayam, betul-betul dapat dinikmati masyarakat setempat. Mulai dari jalan Desa yang mulai tampak baik dan lancar, hingga perekonomian masyarakat yang juga mulai kelihatan bergairah. Kepala Desa Jambu Air, Abd. Rasyid menjelaskan, dari dana PNPM-MP 2010 sebesar Rp. 207 juta, sebesar Rp. 167 juta dianggarkan untuk pengaspalan jalan dengan volume 500 x 2,5 meter, yang berlokasi di Dusun Gerdana menuju Dusun Nyamplong, serta untuk membangun jalan makadam dengan volume 1.100 x 2,5 meter. Sedangkan untuk pemberdayaaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, juga diangarkan sebesar Rp. 40 juta untuk dana simpan pinjam perempuan (SPP), yang dikucurkan melalui kegiatan PKK dan kelompok Sholawatan. “Banyaknya jalan Desa yang masih belum terbangun, sehingga persentasinya untuk kegiatan lingkungan memang diperbesar, sehingga dapat lebih dirasakan masyarakat,”ujar Rasyid. Namun, dari sisi pemberdayaan kepada masyarakat sebenarnya justeru pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga perkembangan ekonomi semakin meningkat dari berbagai usaha yang ada di Desanya. Hanya saja, berdasarkan aturan dan kesepakatan tetap harus memprioritaskan pembangunan lingkungan. Apalagi tegas Rasyid, pembangunan infrastruktur di Desa Jambu Air masih berjalan sekitar 50 persen, itupun masih banyak dalam bentuk pembangunan makadam. Meskipun, diakui tingkat keswadayaan masyarakat cukup tinggi, namun untuk membangun lingkungan Desanya yang salah seorang pengurus PKK Desa Jambu Air, Wartini berharap program pemberdayaan di Desanya berkelanjutan. Sebab, dari dana pemberdayaan bisa dipergunakan untuk menambah usaha ibu-ibu rumah tangga dan kaum perempuan di Desanya dalam membantu usaha suaminya yang banyak merantau keluar Desa bahkan keluar negeri. “Kebutuhan masyarakat untuk mengembangkan kerajinan lokal ataupun meracang saat ini sangat tepat, sehingga ada kegiatan ibu-ibu rumah tangga dalam mengisi hari-harinya saat ditinggal suaminya bekerja keluar,”pungkasnya. ( Ren, Esha )