Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-10-2012
  • 617 Kali

Demo LSM Berakhir Ricuh, Kaca Ruangan Bamus Hancur

News Room, Selasa ( 23/10 ) Aksi unjuk rasa belasan aktivis Aliansi Masyarakat dan LSM Sumenep ke gedung DPRD setempat, Selasa (23/10) pagi, berakhir ricuh. Demo yang memprotes ulah oknum anggota DPRD karena diduga menjadi “calo proyek” dengan meminta fee 10 persen awalnya berlangsung kondusif, namun setelah melakukan hearing bersama pimpinan Badan Kehormatan (BK) Dewan tiba-tiba situasi memanas. Para pengunjuk rasa mengamuk sambil membanting kursi, tempat sampah, dan pot bunga. Bahkan, kaca di ruangan Badan Musyawarah anggota DPRD hancur. Namun aksi mereka tidak berlangsung lama, sebab aparat kepolisian turun tangan menghalau para pengunjuk rasa keluar dari gedung DPRD Sumenep. Korlap aksi, Edy Junaidi, mengaku kecewa atas sikap pimpinan BK yang menyatakan jika anggota dewan bernama Moh. Husin sedang keluar kota, padahal yang bersangkutan ada. “Kami kecewa dan menyesalkan sikap pimpinan BK DPRD Sumenep. Kami merasa dibohongi. Kenapa Ketua Badan Kehormatan harus menutup-nutupi keberadaan Husin. Ini indikasi sengaja menyembunyikan supaya Husin tidak bertemu dengan kami. Padahal kami hanya ini ingin berdialog,”kata Edy kesal. Para pendemo sengaja ingin bertemu dengan Husin, untuk mengklarifikasi tuduhannya terhadap aksi sejumlah LSM beberapa waktu lalu, yang memprotes oknum anggota DPRD karena diduga menjadi “calo proyek” adalah aksi orang-orang yang tidak punya pekerjaan. “Kami jelas tersinggung dengan pernyataan itu. Kami menyampaikan aspirasi sebagai warga Sumenep. Kami punya hak untuk memprotes wakil rakyat yang ulahnya sudah gak bener itu. Menekan kepala dinas minta proyek, memaksa minta fee 10 persen,”terangnya. Sementara Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumenep, Miftahorrahman membantah anggapan jika dirinya sengaja berbohong dan menyembunyikan keberadaan Husin. “Untuk apa saya menutup-nutupi. Mereka memang mau klarifikasi ke Husin. Saya mengatakan Husin ke luar kota, karena Husin itu merupakan pimpinan badan legislatif. Nah, badan legislatif itu sekarang memang sedang ada acara diluar kota. Saya baru tahu kalau Husin tidak ikut ke luar kota, setelah hearing dengan pengunjuk rasa itu saya tutup,”ujarnya. Miftahorrahman menyayangkan ulah para pengunjuk rasa yang merusak beberapa aset di DPRD Sumenep. “Seharusnya mereka menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak anarkis. Menurut saya, ulah para pengunjuk rasa itu sudah keterlaluan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )