Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-05-2015
  • 601 Kali

Demam Akik Jangan Sampai Merusak Alam

News Room, Selasa ( 05/05 ) Fenomena demam akik masih dipastikan terus berjalan hingga relatif waktu yang tak bisa ditentukan. Meski berapa kalangan menyebut bahwa fenomena ini hanya bersifat musiman belaka. Namun bagi mereka yang sejak dulu kala cinta pada berbagai batu akik, tidak ada istilah demam ataupun musiman batu akik.

“Ya, artinya kalau bagi saya misalnya, ada demam akik ataupun berakhirnya demam akik tetap suka mengoleksi dan memakai akik,” kata Sufandi, salah satu kolektor akik dari Sumenep, pada News Room, Selasa (05/05).

 Namun meski begitu, Fandi panggilan akrabnya, mengaku jika demam akik bisa merusak alam jika tidak dikontrol dengan baik. Seperti misalnya dengan adanya upaya penggalian di beberapa titik yang ditengarai mengandung bongkahan batu akik, akhir-akhir ini.

“Saya lihat seperti itu, jadi kita hendaknya juga memperhatikan faktor kelestarian alam juga,” kata warga  Desa Kebunan ini.

Selain Fandi, salah satu pecinta akik di Sumenep, Nizar mengakui jika upaya penggalian terjadi di beberapa titik. Namun hal itu disebutnya masih dalam taraf wajar.

“Yang saya lihat tidak akan sampai merusak alam lah, kalau untuk wilayah Sumenep. Karena memang jenis akiknya tidak begitu bagus. Kalaupun ada itu hanya dalam ruang lingkup kecil,” tambahnya.

Tidak seperti di luar Madura, menurut Nizar fenomena penambangan akik memang cukup menggila. Tapi meski begitu, Nizar juga mengaku tidak setuju jika warga Sumenep juga intens mencari dan menggali di beberapa titik yang dikira menyimpan bongkahan akik. “Tetap harus terkontrol,” pungkas warga desa Pandian ini. ( Farhan, Fer )