Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-03-2015
  • 583 Kali

Demam Akik, Bikin Bisnis Barang Pusaka Di Sumenep Lesu

News Room, Selasa ( 17/03 ) Meski sudah berpredikat sebagai Kota Keris, rupanya tak membuat Sumenep kebal dari “wabah” batu akik. Bahkan, wabah itu saat ini membuat sebagian besar warga Sumenep terjangkit “demam akik” akut. 

“Ya, ini begitu cepat sekali. Mirip wabah DBD. Cuma memang yang terjangkit demam akik lebih banyak lagi,”kata salah seorang pencinta batu akik di Sumenep, Ahmad Roziqi sambil tersenyum, pada Nesw Room, Selasa (17/03).

Tak ayal lagi, wabah ini menjadi ajang bisnis yang basah bagi penjual batu akik. Harganya pun saat ini menanjak. Mulai dari angka Rp. 500.000,00 hingga puluhan juta. Fantastis. “Ya tergantung tingkat keunikannya,”tambah mahasiswa STKIP Sumenep yang sudah mau wisuda ini.

Berbanding terbalik, bisnis barang pusaka dibuat lemas lesu oleh wabah akik. Saat ini banyak barang pusaka yang dikomersilkan, seperti keris, golok, tombak, dan lainnya, sementara ini mangkrak. “Seperti halnya perubahan musim. Tapi yang ini (demam akik; red) tidak seperti biasanya,”kata salah seorang kolektor pusaka di Sumenep, H Umbar.

Begitu juga kolektor pusaka lainnya, Fahrurrazi Suryoningprang, mengakui bahwa bisnis barang pusaka saat ini macet total. Tentu saja hal itu disebutnya sebagai akibat dari demam akik.

“Semua perhatian tertuju pada batu akik. Dan sepertinya ini masih akan berlangsung dalam waktu relatif lama. Ya, entah sampai kapan. Kita lihat saja akhirnya,”pungkas Fahrurrazi. ( Farhan, Esha )