News Room, Rabu ( 15/09 ) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinnsi Jawa Timur membantu memfasilitasi pemasaran produk unggulan Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi Jawa Timur, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si seusai pengukuhan Pengurus Dekranasda Sumenep di Pendopo Agung, Kamis (15/09) mengatakan, pihaknya memang berupaya untuk membantu memfasilitasi perluasan jaringan pemasaran bagi pengrajin, demi meningkatkan kesejahteraan penghasilannya. Selama ini, pengrajin minim jaringan pemasaran diluar daerah, sehingga setelah memproduksi produk unggulannnya, pengrajin langsung menjualnya pada pedagang dengan harga jual yang murah. ”Selama ini, produk unggalan pengrajin daerah di Jawa Timur, seperti Batik Madura yang dijual pada pedagang, ketika dijual diluar daerah Propinsi Jawa Timur harga jualnya relatif tinggi, tapi ternyata meski harga jual produk tersebut sangat tinggi, ternyata pengrajinnya sendiri belum mendapatkan kesejahteraan yang cukup layak,”tegasnya. Hj. Nina Soekarwo menyatakan, untuk memfasilitasi pemasaran kerajinan daerah di Jawa Timur, pihaknya menggandeng Dekranasda se Jawa Timur serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur. Diharapkan, Dekranasda bisa mendorong segala potensi kerajinan untuk pertumbuhan ekonomi, terutama produk unggulan yang menjadi ciri khas masing-masing daerah. ”Bahkan Dekranasda dimasing-masing Kabupaten/Kota untuk menginventarisir produk unggulannya, seperti batik di 4 Kabupaten di Madura, yakni Batik Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan,”ungkapnya. Ditempat yang sama, Ketua Dekranasda Sumenep, Hj. Wafiqoh Jamilah Busyro Karim mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk berusaha memasarkan segala bentuk kerajinan produk unggulan Kabupaten Sumenep keluar daerah. Untuk itu pihaknya bernecana membangun kerja sama dengan semua pihak agar bisa membantu mengembangkan pertumbuhan produk kerajinan masyarakat Sumenep. ”Selian kerjasama dengan pihak lain, kami tentu saja butuh kerjasama dan kerja keras untuk mengembangkan pemasaran produk unggulan sumenep keluar daerah dan mematenkan produk kerajinan unggulan masyarakat sumenep,”imbuhnya. Hj. Wafiqoh Jamilah Busyro Karim menambahkan, sebagai upaya melestarikan kerajinan produk unggulan seperti batik dan ukir-ukiran, pihaknya sudah bekerja sama dan mengusulkan pada Dinas Pendidikan, agar siswa di sekolah SMP dan SMA sederajat, ada esktra kurikuler membatik, mengukir dan memahat. "Langkah ini upaya mencetak generasi muda mencitai dan untuk melesetarikan produk lokal, dengan harapan mereka bisa berwira usaha untuk melanjutkan kerajinan produk unggulan dimasa mendatang.”kata isteri Bupati Sumenep ini. ( Yasik, Esha )