Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-11-2012
  • 514 Kali

DBD Serang 239 Penderita Di Sumenep, 5 Meninggal Dunia

News Room, Rabu ( 21/11 ) Sejak awal Januari hingga 20 Nopember 2012, Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyerang 239 penderita di Sumenep. Dan, 5 penderita diantaranya meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Jetty Nurdyah Ningrum, menjelaskan, penyebaran penyakit demam berdarah akibat virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, di wilayah setempat cukup tinggi. Sampai tanggal 20 Nopember kemarin, tercatat 239 warga telah terserang DBD. “Dari 239 kasus demam berdarah itu, lima penderitanya meninggal dunia. Penyebarannya sangat cepat, karena dibawa langsung oleh nyamuk Aedes Aegypti,” kata Jetty di Sumenep, Rabu (21/11). Jetty mengungkapkan, lima penderita demam berdarah yang meninggal dunia itu terjadi pada Februari sebanyak satu orang, Maret sebanyak satu orang, dan Nopember sebanyak tiga orang. “Tiga penderita demam berdarah yang meninggal dunia pada Nopember ini berasal dari Kecamatan Kota sebanyak dua orang dan satu orang dari Batang-batang,” terangnya. Dengan adanya penderita DBD yang meninggal dunia, Jetty berharap warga Sumenep kembali menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), karena kegiatan tersebut yang paling efektif mencegah kasus demam berdarah. “Kami melalui staf juga telah melakukan pengasapan atau "fogging" di kawasan pemukiman yang salah satu warganya positif menderita demam berdarah, seperti di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota. Tapi, pengasapan itu kurang efektif, karena sebatas membunuh nyamuk dewasa, sementara sarang dan jentik nyamuk hanya bisa dibasmi dengan gerakan PSN,” ungkapnya. Menurut Jetty, kesadaran warga untuk menjaga dan memastikan lingkungan sekitarnya bersih dari sarang nyamuk merupakan hal paling penting dalam mencegah kasus demam berdarah. Sesuai data di Dinkes Sumenep, pada 2010 terdeteksi 641 kasus demam berdarah dan 2011 sebanyak 124 kasus. ( Nita, Fery )