Daya Beli Pupuk Bersubsidi Jenis ZA Dan Super Post, Menurun
News Room, Selasa ( 22/07 )
Daya beli pupuk bersubdidi jenis ZA dan Super Post pada musim tanam tembakau kali ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Buktinya, daya beli petani untuk pupuk bersubsidi jenis ZA dan Super Post turun sekitar 50 persen dari tahun lalu.
Salah satu distributor pupuk bersubsidi CV. Chandra Sumekar, Moh. Parto mengatakan, setelah mengamati data penyaluran pupuk setiap bulan, ternyata serapan pupuk ZA dan Super Post sebagai penggati pupuk jenis SP-3 menurun hingga 50 persen. Jika musim tanam tahun lalu, daya serap pupuk bersubsidi jenis ZA per-minggu mencapai 400 ton, namun saat ini hanya berkisar 200 ton, begitu juga pupuk jenis Super Post yang biasanya setiap mingu sebanyak 200 ton menurun sekitar 100 ton saja.
Moh. Parto mengakui, yang menyebabkan daya beli pupuk bersubdisi menurun itu akibat adanya pengurangan areal tanam dari tahun lalu. Dengan pengurangan floting arel tanam tersebut dampaknya mengurangi minat masyarakat untuk menanan Si Daun Emas (tembakau). "Pengurangan areal tanam tembakau tahun ini konsentrasi petani tidak hanya pada tembakau, namun menanam tanaman alternatif yang keuntungannya tidak kalah dengan tembakau,"katanya.
Moh. Parto mengungkapkan, pupuk bersubsidi yang daya belinya sedang, yakni pupuk Phonska dan Urea, sebab kedua jenis pupuk tersebut digunakan sebagai pupuk untuk tanaman lombok, semangka dan sejenisnya.
Sementara itu areal floting tanam tembakau tahun ini seluas 13.833 hektar dengan produksi tembakau sebanyak Rp. 8.300 ton yang tersebar di 18 Kecamatan. Dari 18 Kecamatan yang arel floting terluas, yakni Kecamatan Guluk-guluk seluas 3.181 hektar, dan Kecamatan Pasongsongan seluas 3.212 hektar. ( Yasik, Esha )