News Room, Kamis ( 09/10 ) Pemanfaatan daun kelor (maronggi-Madura) sebagai solusi nutrisi malutrisi, ternyata membuahkan prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Sumenep. Terbukti, hasil inovasi kreatifitas pemanfaatan daun kelor ini memenangkan lomba inovasi teknologi agribisnis tingkat Jatim tahun 2014, sebagai Juara 1 Bidang Inovasi Agribisnis. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Sumenep, Drs. H. Sutrisno, M.Si kepada News Room, Kamis (09/10) via telepon seluler membenarkan, prestasi yang diraih inovator teknologi daun kelor dari Sumenep di tingkat Jawa Timur. Bahkan, saat ini pihaknya bersama motivator daung kelor, Basuki Rahmad, asal Desa Pakandangan Sangrah Kecamatan Bluto sedang mempersiapkan ikut serta dalam kegiatan Pameran Expo di Grand City Surabaya. “Sebab, penerimaan hadiah lomba inovasi teknologi agribis tingkat Jatim ini akan dilaksanakan bersamaan dengan Hari Jadi Ke 68 Jawa Timur, tanggal 12 Oktober besok,”ungkapnya. Dijelaskan, sebelumnya Sumenep masuk dalam 12 nominator dan selanjutnya lolos di 5 besar untuk dilakukan kunjungan ke lokasi oleh Tim Penilai dari ITS, dan disamping itu dari Dirjen LIPI juga melakukan penelitian lebih detail dengan menggandeng dari Jerman. Dan hasilnya, ternyata inovasi teknologi daun kelor tembus di Juara I. Ditambahkan, sebagaimana diketahui dari penelitian yang ada, ternyata daun kelor yang selama ini hanya dikenal sebagai sayur oleh masyarakat Madura, ternyata memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa. Beberapa produk yang disajikan, yakni dalam bentuk serbuk untuk membuat minuman seperti teh, aneka kue, dan krupuk dari bahan daun kelor. Kandungan nutrisi yang ada pada daun kelor ini, yakni nutrisi potassium 3 kali dari pisang, 4 kali vitamin A dari wortel, 25 kali zat besi dari bayam, 7 kali vitamin C dari jeruk, 4 kali kalsium dari susu, kandungan 2 protein dari yogurt, serta 15 kali potasium dari pisang. “Juara untuk kategori inovasi teknologi memang hanya daun kelor dari Sumenep, sedangkan lainnya banyak menggunakan teknologi peralatan,”tambahnya. ( Ren, Esha )