Sumenep-Infopkom News Room : Meskipun 78 pulau kosong yang ada di Sumenep sudah dilirik oleh investor asing, untuk penanaman Jatropah-jarak pagar, namun hingga saat ini belum menemukan titik terang. Hal itu terjadi, karena belum adanya Data Potensi Kelautan. Demikian diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Unais Ali Hisyam Unais Ali Hisyam menuturkan, selama ini data tersebut memang tidak dihiraukan dan tidak dihargai, karena dinilai tidak terlalu penting. Justru yang dihargai hanya sumbangan-sumbangan langsung, yang berupa bantuan jaring dan mesin yang diberikan Pemkab Sumenep. Padahal, menurut Unais Ali Hisyam, data tersebut sangat penting untuk mengetahui hasil potensi laut, sehingga bisa dijual kepada investor asing yang akan menanamkan investasinya di perairan Sumenep ini. Unais memaparkan, apabila investor asing sudah menanamkan investasinya di Sumenep, maka Pemerintah Kabupaten Sumenep bisa menyumbang devisa negara, dan bisa meningkatkan Penpadatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, Unais mengaku, mulai sekarang pihaknya berkerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumenep, untuk memperhatikan dan mencatat secara detail data potensi laut, sehingga bisa dipasarkan dan menarik investor asing. Dijelaskan, sesuai dengan pembicaraan internal, investor asing yang akan menanamkan investasinya, yakni investor Jepang. ( Nita, Esha )