News Room, Senin ( 28/05 ) Upaya SMA Negeri 1 Sumenep dalam mengumumkan kelulusan siswanya pada Ujian Nasional (Unas), Sabtu (26/05) kemarin, dengan sujud syukur dan sholat dhuhur bersama dinilai cukup efektif. Sebab, dengan kegiatan tersebut para siswa yang memang tidak dibolehkan berseragam saat itu tidak melakukan konvoi ataupun corat coret baju. Kepala SMA Negeri 1 Sumenep, Drs. Moh. Sadik, M.Si, Sabtu (26/05) menjelaskan, pihaknya sengaja mengumumkan kelulusan siswanya di Masjid Agung, karena itu pihaknya ingin agar kelulusan diumumkan tidak dalam suasana hura-hura, tapi Tawadu dan penuh syukur pada Allah SWT. “Kami juga bersyukur dengan kegiatan sujud syukur dan doa bersama yang dilakukan tidak sampai membuat siswa melanggar aturan dan ketentuan yang ada,”ujarnya. Sedangkan di MAN Sumenep, pelulusan siswanya dengan mengundang para orang tua siswa untuk menghindari aksi corat-coret dan konvoi siswa. Hal tersebut dinilai sangat efektif, sehingga para siswa bisa menerima hasil kelulusannya di rumah dari orang tuanya. “Syukurlah, para siswa kami lulus seratus persen, dan sebagian mereka juga memiliki nilai yang cukup bagus,”ujar Kepala MAN Sumenep, Drs. H. Achmad Rifaie. Sementara itu, berdasarkan data yang ada di Kabupaten Sumenep, tingkat kelulusan tahun 2012 ini mencapai hampir 100 persen. Dari 9.838 siswa yang mengikuti Unas, hanya satu siswa yang dinyatakan tidak lulus. Sedangkan tahun sebelumnya jumlah siswa yang tidak lulus di Sumenep, mencapai 51 orang. ( Ren, Esha )