Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-05-2026
  • 300 Kali

Dandim Sumenep Kawal Pengecoran Pondasi Jembatan Perintis Garuda di Ambunten

Media Center, Senin (11/05) Progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Palean, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten terus dikebut. Komandan Kodim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada turun langsung mengawal proses pengecoran footplate atau pondasi utama jembatan tersebut, Senin (11/05/2026).

Didampingi Kasdim 0827/Sumenep Mayor Cpl Suwandi dan Danramil 0827/23 Giligenting Letda Czi Junaefi selaku petugas pengawas lapangan, Dandim menampilkan detail pengerjaan mulai pengadukan material hingga pengecoran pondasi.

Di lokasi, sejumlah personel Koramil 0827/10 Ambunten bersama warga tampak bergotong royong mengangkut pasir, batu dan semen secara manual menuju titik pengecoran.

Letkol Inf Citra Persada mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu langkah membuka keterisolasian akses warga Dusun Palean yang selama ini kesulitan saat musim hujan dan cuaca ekstrem.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung antardusun, tetapi akses vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian, mobilitas warga hingga akses anak sekolah nantinya akan jauh lebih aman dan lancar,” ujarnya di sela peninjauan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pedesaan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, memastikan pengerjaan dilakukan bertahap dengan pondasi bawah sebagai prioritas utama.

“Kalau akses terbuka, maka perputaran ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Ini yang sedang kami dorong bersama melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang terus terlibat dalam gotong royong bersama personel TNI selama proses pembangunan berlangsung.

Saat ini pengerjaan difokuskan pada penyelesaian pondasi footplate sebelum dilanjutkan ke tahap konstruksi badan jembatan. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga yang selama ini masih bergantung pada jalur sederhana untuk melintasi area penghubung desa.

(Dim, Han)