Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-03-2017
  • 491 Kali

Dana Rp.1,45 Miliar Untuk Program Kelistrikan Di Pulau Raas

Media Center, Kamis ( 02/03 ) Dana senilai Rp1,45 miliar untuk program kelistrikan di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah disiapkan oleh SKK Migas Perwakilan Jawa Bali Madura Nusa Tenggaran (Jabamanusa) dan Kangean Energy Indonesia (KEI). 

Kesiapan program itu terkuak sesuai hasil rapat koordinasi penyusunan Program Pendukung Operasi (PPO)/Tanggung Jawab Sosial (TJS) 2017 yang digagas manajemen KEI, Kamis (02/03). 

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemkab Sumenep, pejabat Forum Pimpinan Kecamatan Raas, para Kepala Desa di Raas, dan perwakilan warga Raas. 

Humas SKK Migas Jabamanusa, Prihandono Hernanto mengatakan, PPO dan TJS tersebut program kemasyarakatan yang dilakukan oleh perusahaan migas. "PPO itu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan migas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di daerah lokasi operasi dari dana cost recovery,"terang Prihandono, usai kegiatan rapat koordinasi program PPO/CSR  di sekitar wilayah TSB Gas Field dengan Komite PPO Kabupaten Sumenep, Kamis (02/03). 

Ia menuturkan, kegiatan PPO dari dana cost recovery di daerah lokasi operasi yang dilakukan K3S memang wajib dipantau, baik mulai dari penyusunan hingga realisasi kegiatan, dengan melakukan verifikasi lapangan. Untuk wilayah operasi KEI di Sumenep berada di Kecamatan Sapeken dan Raas. 

“Setiap tahun kami menerima laporan terkait pelaksanaan program PPO dari dana cost recovery,”paparnya.

Sedangkan program PPO yang non cost recovery juga diterima dalam bentuk laporan kepada SKK Migas. “Kita hanya menerima laporan dan monitoring saja. Yang melaksanakan ya K3S,”tukasnya. 

Sementara Manajer Public and Goverment Affair KEI, Hanip Suprapto memaparkan, pihaknya akan melakukan kegiatan PPO di Pulau Raas pada tahun ini dengan dana sekitar Rp. 1,53 miliar lebih. 

“Dari dana Rp. 1,53 miliar lebih itu akan diperuntukkan program kelistrikan dengan dana Rp. 1,45 miliar, kemudian kegiatan bidang pendidikan sebesar Rp. 60 juta, dan bidang lainnya sebesar Rp. 25 juta,”pungksnya. ( Nita, Esha )