Sumenep-Kominfo News Room : Penguatan modal dalam pembahasan RAPBD di Komisi B DPRD Sumenep, ternyata tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Alokasi dana penguatan modal tahun ini hanya dianggarkan sebesar Rp. 1 milyar. Penguatan modal sebesar Rp. 1 milyar itu khusus untuk Kantor Peternakan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Hanya saja 2 Dinas, yakni Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan, anggaran penguatan modalnya mencapai sebesar Rp. 1,5 milyar. Djamaluddin, SE anggota Komisi B DPRD Sumenep menjelaskan, tahun ini memang ada perubahan anggaran penguatan modal, jika pada tahun sebelumnya alokasi penguatan modal masing-masing Dinas sebasar Rp. 1,5 milyar, akan tepapi untuk APBD tahun 2006 hanya 2 Dinas saja yang anggaran dananya dipertahankan, alasannya, selain Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan Dinas Koperasi dan UKM besentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, dan pihaknya juga mempertimbangkan dari Dinas lainnya, karena kedua Dinas tersebut pengembalian modal dari masyarakat sangat baik. Dismapimg itu, Komisi B juga membahas masalah pengembalian realisasi pinjaman modal, agar tidak menyulitkan masyarakat yang membutuhkan. Bahkan menurut politisi asal PKB ini, dalam rangka efektivitas dan tidak memberatkan masyarakat, pihaknya juga mempertimbangkan jatuh tempo pengembalian pinjaman, kalau selama ini pengembaliannya hanya berlangsung selama 1 tahun, akan tetapi pihaknya menyarankan agar pengembaliannya jangka waktunya 2 tahun. Djamaluddin menerangkan, kendati penguatan modal ini bisa dikatakan terlambat karena pembahasan APBD tahun 2006 belum tuntas, pihaknya juga menginginkan agar instansi pelaksana tersebut supaya berkerja maksimal, sehingga penguatan modal ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. ( Yasik, Esha )