News Room, Sabtu ( 19/07 ) Dana pendistribusian logistik Pilgub Jatim 2008 yang diterima KPUD Sumenep, dari KPU Jawa Timur, sebanyak Rp. 27 juta, ternyata tidak mampu menuntaskan hingga tahap pengembalian. Sebab, pada tahap pengiriman saja, dana tersebut sudah habis. Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumenep, Toha Samadi, ST mengatakan, dana pendistribusian sebesar Rp. 27 juta itu memang diperuntukkan untuk pengiriman dan pengembalian logistik Pilgub dari gudang KPU ke 27 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun, dana yang sudah terserap hanya untuk mengirimkan logistik Pilgub itu sudah mencapai Rp. 35 juta. “Ini hanya untuk pengiriman, belum pengembalian logistik Pilgub dari PPK ke gudang KPU. Kita terpaksa hutang Rp. 8 juta untuk menutupi kekurangan dana pengiriman logistik,"terangnya. Kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang memiliki 9 Kecamatan kepulauan (PPK) dan naiknya tarif sarana transportasi, kata Toha yang membuat dana pendistribusian logistik Pilgub membengkak. Apalagi, jika dihitung secara matematis, alokasi dana pendistribusian bagi KPU Sumenep memang kurang. “Masak pengiriman logistik ke wilayah kepulauan dihitung sama dengan daratan sebanyak Rp. 500.000,00. Jangankan kepulauan, untuk daratan saja, uang Rp. 500.000,00 sudah kurang, sebab pengiriman logistik di Sumenep sampai 3 tahap atau 3 kali,"paparnya. Toha mengaku, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan tambahan alokasi dana pendistribusian kepada KPU Jawa Timur. Kalau tidak ada respon positif, KPU Sumenep tidak bisa bertanggung jawab atas proses pengembalian logistik Pilgub dari PPK ke gudang KPU pasca perhitungan suara di tingkat PPK. Pihaknya berharap ada kebijakan dari KPU Jatim. “Untuk pengiriman logistik Pilgub ke PPK kepulauan Masalembu saja, kita menghabiskan dana sekitar Rp. 3 juta. Sekali lagi, ini belum pengembalian logistik Pilgub dari PPK ke gudang KPU,"tegasnya. ( Nita, Esha )