Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-02-2006
  • 528 Kali

DANA BBE DIDUGA JADI BANCAKAN

Sumenep-Infokom News Room : Dana Broad Based Education (BBE) yaitu bantuan untuk peningkatan Life Skill (kecakapan hidup) anak didik dari pemerintah pusat, diduga menjadi bancakan sejumlah Kepala SMP. Bantuan tersebut harusnya dibelanjakan alat-alat ketrampilan, tapi nayatanya langsung masuk kantong pribadi. Lebih dari itu, meski ada yang dibelanjakan, namun tidak sesuai dengan jumlah uang yang diberikan. Dugaan tersebut diungkap Ketua LSM Insani Sumenep, Tajul Arifin. Menurutnya, dana BBE yang diterima pihak sekolah sebagian besar langsung masuk ke rekening pribadi, tidak dibelanjakan sesuai petunjuk yang ada. Tajul mengatakan, batuan itu ada yang baru dibelanjakan setelah ketahuan pengawas, ada pula yang dibelikan mesin jahit bekas. Salah seorang Kepala SMP penerima bantuan dana BBE ketika dikonfirmasi membenarkan terjadinya sejumlah penyimpangan, sehubungan dengan dana bantuan itu. Hal itu diungkapkan Kepala SMP Negeri I Ambunten, Drs. Zainudin. Menurutnya, bantuan dana BBE itu ada yang sama sekali tidak dibelikan apa-apa. Ia menjelaskan, kalau mau mencari kesalahan soal BBE itu banyak, bukan hanya di Ambunten. Menurut Zainudin, dana BBE itu ada yang dibelikan mesin jahit, tapi tidak dikirim ke sekolah, melainkan disimpan di rumah Kepala Sekolahnya. Ia menambahkan, ada juga yang dibelikan mesin jahit bekas. Ketika ditanya dana BBE yang diterima sekolahnya, Zainudin menyatakan telah membelanjakannya sesuai dengan ketentuan. Dana sebesar Rp. 30 juta itu telah dibelanjakan 6 unit mesin jahit, 1 unit mesin obras, dan 1 unit mesin bordir. Sebagian untuk pelatihan anak-anak dan dibelikan kain. Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep,H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si meminta wartawan untuk membantu mengungkap dugaan adanya penyimpangan dan BBE itu. Menurut H. Moh. Rais, pengungkapan dugaan adanya penyimpangan itu akan berdampak positif dalam peningkatan kualitas pendidikan di Sumenep. Salah satu kendala yang menghambat kemajuan pendidikan di Sumenep, karena belum lengkapnya sarana dan prasarana, seperti alat-alat ketrampilan untuk siswa. ( Duta, Esha )