Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-02-2015
  • 693 Kali

Dalam Rangka Maulid Nabi, ISNU Sumenep Gelar Dialog

News Room, Senin ( 16/02 ) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama’ (ISNU) gelar dialog dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan mengusung tema” Mengenal Kanjeng Nabi Muhammad SAW”. Dalam kegiatan dimaksud, panitia pelaksana mendatangkan 2 orang Narasumber, yakni Dr. KH. Abdul Wahid, M.Ag, dan KH. D. Zawawi Imron, bertempat di Aula Kantor NU Kabupaten Sumenep.

Menurut Ketua ISNU Cabang Sumenep, Moh. Husnan, Minggu pagi (15/15) mengatakan, kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tidak hanya sekedar memperingati, akan tetapi selaku ummat Muhammad ingin lebih dekat dan lebih dalam lagi mengenal beliau (Nabi Muhammad SAW).

Untuk itu, pihaknya mengundang 2 orang narasumber untuk memberikan pencerahan kepada teman-teman ISNU Cabang Sumenep.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pengurus Cabang ISNU Sumenep, PERGUNU, IPNU-IPPNU, ANSOR, dan PMII.

Diharapkan yang hadir dapat menyimak apa yang disampaikan ke dua Narasumber nanti, agar bisa bermanfaat bagi kita semua.

Dr. KH. Abdul Wahid, M.Ag selaku pemateri pertama dalam paparannya menyampaikan, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti lautan tak bertepi, dan selalu membuahkan rasa kangen kepada Rasul. Rasul adalah orang yang terpilh dan paling indah, tidak hanya secara fisik saja, akan tetapi akhlaknya juga baik, sehingga suatu ketika ada sahabat yang mengalami kesedihan, maka ketika melihat Rasul, rasa sedih itu akan sirna.

Datangnya Rahmat Allah itu disesuaikan dengan kesiapan hati kita menerima nikmat Allah SWT.

Sementara pemateri ke dua, KH. D. Zawawi Imron dalam kesempatan tersebut memaparkan, melihat kehidupan dilihat dari kacamata keindahan, sebuah paham tidak untuk dipertentangkan dan diperdebatkan, perbedaan itu memperluas cakrawala, keindahan dan keindahan tidak akan sama, tergantung hati dan kacamata yang di pakai, hati yang bersih tidak akan punya waktu untuk membenci, berkelahi, menjelek-jelekkan, mencaci-maki, korupsi dan bermusuhan dengan orang lain.

Kecintaan dan beriman serta meneladani apa yang dilakukan Rasulullah, hati harus selalu bersih, hati akan indah ketika cinta kepada Nabi, disinilah letak keindahan ketika melihat Rasul dari kacamta keindahan yang telah tertulis dalam Al-Quran, Allah Maha Indah dan Allah suka dengan keindahan.

Diakhir paparannya, D. Zawawi melantunkan puisi ”Dubur Ayam yang mengeluarkan telur, lebih baik dari sarjana yang hanya menjanjikan telur”, ( Rahman, Fer )