Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-02-2011
  • 1670 Kali

Cuaca Tidak Menentu, Hasil Pertanian Banyak Rusak

News Room, Kamis ( 17/02 ) Terjadinya cuaca yang tidak menentu saat ini, sejumlah tanaman pertanian di Kabupaten Sumenep mengalami banyak gagal tanam, hingga gagal panen. Disamping itu, serangan hama terhadap sejumlah tanaman pertanian, membuat petani semakin tak berdaya. Salah satu yang tampak banyak dikeluhkan masyarakat petani yang menanam jagung, seperti yang terjadi di Dusun Sobu Desa Ketawang Karay, Rumbiya Barat, Rumbiya Timur di Kecamatan Ganding. Banyak tanaman jagung yang kering, bahkan ada yang berbuah, namun bijinya hitam-hitam dan membusuk. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sanhaji Darmady mengakui, sejumlah petani mengeluhkan hasil pertaniannya yang terserang hama. Meskipun berbagai cara dilakukan, termasuk menyemprotkan pembunuh hama, namun sepertinya tetap saja tanamannya rusak. “Kami berharap instansi terkait turun kebawah dan memberikan solusi kepada petani, bagaimana penanggulangan hama maupun upaya menanam tanaman alternatif lainnya,”ujar anggota DPRD Sumenep ini. Hal senada dikeluhkan petani Desa Kacongan, Toni ketika ditemui wartawan di ladangnya tadi siang mengaku terpaksa segera mengganti tanaman jagung yang tidak kunjung tumbuh dengan tanaman kacang-kacangan. “Padahal, biasanya pada bulan ini saatnya biji jagung besar-besar, dan sebentar lagi panen, namun yang ada hanya berisi biji yang tidak jadi, berwarna hitam, merah dan putih,”ujarnya. Sementara Koordinator Populasi Hama dan Penyakit Tumbuhan (PHPT) Dinas Pertanian Jawa Timur di Sumenep, Kasmulan Danoko, SP mengungkapkan, serangan OPT akhir-akhir ini cendrung meningkat, sehingga menyebabkan penurunan produksi. “Kami terus memghimbau seluruh penyuluh pertanian untuk melaksanakan berbagai hal penanggulangan berbagai macam penyakit tanaman,”ujarnya. Dalam rangka upaya antisipasi terhadap hama yang membawa dampak karena perubahan iklim yang terjadi saat ini, pihaknya terus melakukan kawalan ketat dalam mewaspadai adanya peningkatan intensitas serangan hama. Yakni, dengan memperbanyak konsultasi dan konsolidasi para PHTP dengan gerakan pengendalian dan penyuluhan serangan lanjutan dengan prinsip Penyerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT). ( Ren, Esha )