News Room, Rabu ( 25/12 ) Cuaca ekstrem yang melanda Perairan Sumenep, menghambat perjalanan laut seorang perempuan, Emily (28), warga Negara california. Warga Negara Asing (WNA) itu terdampar di Pulau Karamian, Kecamatan/Pulau Masalembu. Rencananya, Emily yang menggunakan perahu boat berangkat dari Kalimantan hendak menuju Negara Malaysia. Namun setelah 5 jam perjalanan laut, tiba-tiba angin kencang dan ombak tidak bersahabat, sehingga terdampar di Pulau Karamian, Selasa (24/12) pagi. “Semuanya selamat, baik Emily maupun perahunya. Dia (Emily, Red) masih bisa menyelamatkan diri dengan cara menghindar dari terjangan ombak,"kata Albar (30) warga Pulau Karamian, Masalembu, Sumenep, ketika dihubungi via telepon selulernya, Rabu (25/12). Saat ini, Emily masih ada di Pulau Karamian, Masalembu bersama warga setempat. Dan sempat bermalam di rumah Ambok, warga Pulau Karamian. "Sesuai penuturannya, di Indonesia tujuannya memang mau ke Kalimantan. Indonesia ini merupakan negara ke 12 yang disinggahi, karena ingin berkeliling dunia. Rencananya, kalau cuaca kembali normal akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia,”terangnya. Sebelumnya, Prakirawan BMKG Kalianget, Sumenep, Endriyono, menjelaskan, untuk kondisi cuaca laut di perairan Sumenep sejak tanggal 18 hingga 26 Desember besok, memang memburuk. Untuk Perairan Kangean, tinggi gelombang berkisar antara 2,5 hingga 3,5 meter. Sedangkan di perairan Masalembu, tinggi gelombang bisa mencapai 5 meter. Dan kecepatan angin 35 kilometer/jam, disertai hujan dengan intensitas sedang. "Dengan kondisi cuaca seperti itu, kami mengimbau agar seluruh pelayaran ke wilayah kepulauan Sumenep ditunda hingga cuaca membaik,"ungkapnya. ( Nita, Esha )