News Room, Senin ( 16/06 ) Cuaca ekstrem yang melanda Perairan Sumenep, menyebabkan tangkis laut di Dusun/Desa Padike, Kecamatan Talango (Pulau Poteran), ambrol. Tingginya gelombang diperairan setempat, menggilas seluruh sisa tangkis laut yang rusak. Salah seorang warga Desa Padike, Talango, Syaiful, mengaku jika tangkis laut yang di daerahnya sudah bertahun-tahun rusak, namun tidak ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. “Kami sudah beberapa kali melaporkan kerusakan tangkis laut ini, tapi tidak ada respon dari Pemkab Sumenep. Nah, sekarang kondisi kian parah dan tertutup air laut akibat diterjang ombak selama 2 hari belakangan ini,”katanya. Ia meminta instansi terkait, agar mengecek keberadaan tangkis laut di Desa Padike yang terendam air laut. “Kalau dibiarkan, air laut akan semakin naik, dan mencapai rumah warga. Karena, jarak dari kediaman warga ke bibir pantai hanya 10 meter saja. Cukup mengkhawatirkan apalagi dicuaca ekstrem seperti sekarang ini,”tandasnya. Sementara, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalinget, Joko Sulistiyo menjelaskan, bahwa di Perairan Sumenep sedang dilanda cuaca ekstrem. “Ketingian gelombang khususnya di Pulau Masalembu dan Kangean, Sumenep, mencapai 2,5 hingga 3 meter. Ini sangat berbahaya bagi pelayaran,”ujarnya. Selain itu, lanjut Joko, kecepatan angin maksimal 26 knot atau sekitar 50 kilometer per jam. “Cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi hingga Selasa (17/06) besok. Kami hanya bisa menghimbau kepada seluruh armada laut, supaya berhati-hati atau menunda pelayaran selama gelombang laut masih tinggi,”ungkapnya. ( Nita, Esha )