News Room, Sabtu ( 07/01 ) Cuaca ekstrem di perairan Sumenep, dengan ketinggian gelombang mencapai 3 meter, membuat pelayaran menuju kepulauan terjauh seperti Masalembu, Kangean dan Sapeken, pada Sabtu (07/01) ini dihentikan. Petugas Syahbandar Kalianget, Sumenep, Fadjar Sidik mengatakan, pihaknya memang melarang armada laut untuk beroperasi ke kepulauah terjauh, karena gelombang tinggi. “Sesuai informasi dari BMKG Maritim Perak, Surabaya, tinggi gelombang di perairan Sumenep mencapai 3 meter. Ini sangat buruk bagi pelayaran. Kami anjurkan kepada seluruh operator kapal, supaya tidak memberangkatkan armadanya ke kepulauan Sumenep, khususnya Masalembu, Kangean dan Sapeken, demi keselamatan para penumpang,”kata Fadjar, di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Sabtu (07/01). Sementara, Kepala PT. Sakti Inti Makmur (SIM) Cabang Kalianget, Wijiyanto mengakui, jika Sabtu (7/1) ini, armada tidak beroperasi menuju Kangean, dikarenakan gelombang tinggi. “Kami memang tidak berlayar hari ini. Kita mendapat informasi dari BMKG Maritim Perak, Surabaya, kalau ombak diperairan Sumenep mencapai 3 meter. Akhirnya kami mencari jalan terbaik bagi penumpang, Anak Buah Kapal (ABK) dan kapal, dengan menunda pelayaran ke Pulau Kangean, Sumenep,”terangnya. Penundaan pemberangkatan armadanya, kata Wiji, sudah disampaikan melalui telepon pada seluruh penumpang. “Alhamdulillah, sebagian besar penumpang menyadari dengan kondisi cuaca ekstrem tersebut,” ujarnya. Kapal cepat milik PT. SIM, Kapal Express Bahari 3C melayani lintasan Kalianget-Kangean sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni Senin, Kamis, dan Sabtu. Dalam kondisi normal, titik awal pemberangkatan kapal setiap beroperasi adalah Pelabuhan Kalianget dan baru keesokan harinya kembali ke Kalianget. Kondisi serupa juga terjadi pada kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) I dan II, milik PT. Sumekar Line, tidak beroperasi pada Sabtu (07/01) ini, dikarenakan gelombang tinggi. “Jumat (06/01) kemarin, kami sempat melakukan aktivitas menaikkan barang ke Kapal DBS II, untuk berlayar ke Pulau Kangean. Tapi, setelah berkoordinasi dengan Syahbandar, ternyata cuaca ekstrem. Untuk itu, kami putuskan tidak berangkat hingga Sabtu (07/01), hingga menunggu cuaca membaik,”ungkap Bambang Supriyo, Manager Operasional PT. Sumekar Line. ( Nita, Esha )